Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ahok tetap terunggul dalam survei SMRC

Jakarta-KoPi| Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan hasil survei tentang Pilkada DKI 2017 yang dilakukan pada 20 Oktober 2016. Sirojudin Abas selaku Direktur SMRC menyampaikan Empat bulan menjelang pemilihan Gubernur DKI berlangsung.

Read more...

Pilkada DKI 2017: Aman,Damai dan Tanpa SARA

Proses Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta tahun 2017 sedang berjalan. Komisi Pemilihan Umum Daerah Jakarta telah menetapkan tiga Pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saefullah dan Anis Baswedan-Sandiaga Uno.

Read more...

Pilih Ahok atau Risma untuk Pilgub DKI Jakarta?

KoPi| Ahok Gubernur DKI Jakarta dan Risma Triharini Walikota Surabaya memiliki karakter yang hampir sama, yaitu tegas, lugas dan berani 'gila' menghadapi kerasnya pembangunan. Namun manakah dari dua figur tersebut paling tepat jika sama-sama maju menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta?

Beredar kabar bahwa Risma Triharini yang baru saja terpilih kembali sebagai Walikota Surabaya digadang akan maju sebagai kandidat gubernur ibu kota Indonesia. Spekulasi ini beredar luas karena sampai saat ini Risma adalah salah satu figur dari PDI Perjuangan yang paling berprestasi. Sosiolog politik Universitas Airlangga Novri Susan melalui telpon merespon isu ini.

"Saya belum tahu pastinya. Perkembangan politik biasanya sangat cepat dan tidak terduga. Namun jika Risma maju ke arena pencalonan gubernur DKI Jakarta, dia merupakan rival sangat berat bagi Ahok dan pasangan lainnya."

Novri menjelaskan bahwa Risma memiliki gaya politik hampir sama dengan Ahok namun memiliki nilai lebih yaitu identitas keagamaannya. Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim masih mempertimbangkan aspek keagamaan ini. Apalagi jika kandidat tersebut memiliki kualitas politik yang menonjol.

"Indonesia membutuhkan sosok seperti Risma maupun Ahok. Saya pikir keduanya menjadi dua entitas kepemimpinan yang baik dan mampu bekerja. Namun jika mereka dalam persaingan, saya pikir itu bisa memancing lahirnya figur-figur baru juga yang ingin berpretasi dalam politik."

Terkait isu majunya Risma dalam pencalonan gubernur DKI Jakarta masih belum dipastikan baik dari Risma dan pimpinan PDI Perjuangan. |YP| 

Read more...

Raker II Bamus Betawi: Maulid Nabi SAW wajib hukumnya

Jakarta-KoPi| Pimpinan Ormas Betawi sukses menyelenggarakan Rapat Kerja II Bamus Betawi Senin, 28 Desember 2015 di Hotel Sahid Jakarta Pusat. Raker dihadiri Ketua Majelis Tinggi H. Edy Nalapraya beserta jajarannya, Ketua Umum Bamus Betawi H. Djan Faridz beserta jajarannya, serta para pimpinan 98 Ormas Betawi beserta jajarannya.

Read more...

Mereka datang ke sini dan lega

Surabaya-KoPi | Tempat yang jauh tidak menghalangi keinginan datang menuju tempat ini. Perjalanan dari sisi barat yang jauh menuju timur. Dari Jakarta menuju Surabaya. Mengapa mereka datang ke sini, Surabaya? Tepatnya bertandang ke BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur. Mereka datang bertandang sebagai bagian dari silaturahmi, memperkuat modal sosial organisasi dan saling berbagi pengalaman.

Mereka adalah rombongan BKOW DKI Jakarta yang berkunjung bersama Ketua Umumnya, Ibu Happy Djarot yang juga istri Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kedatangan rombongan secara serius melakukan studi banding dengan melakukan tukar pikiran, berbagi pengalaman, dan visi keorganisasian. BKOW PRovinsi Jawa Timur dengan Ketua Umumnya Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf menerima rombongan dengan sungguh-sungguh.

"Kami ingin berbagi konsep dan pengalaman dari BKOW Provinsi Jawa Timur, sehingga bisa bermanfaat bagi rombongan yang studi banding yaitu BKOW DKI Jakarta."

Fatma sebagai ketua umum menjelaskan kepada KoPi bahwa BKOW Provinsi Jawa Timur selama ini memiliki tiga konsep landasan kegiatan atau program yaitu pemberdayaan wanita, advokasi sosial dan kegiatan kemanusiaan. Berbagai aktivitas BKOW di Jawa Timur berpusat pada tiga hal tersebut. Selain itu, aktif melakukan sosialisasi kegiatan melalui website www.bkow-jatim.org

Ibu Happy Djarot merasa studi komparatif ke BKOW Provinsi Jawa Timur tidak sia-sia. Menurutnya, banyak hal yang makin diraih oleh kepemimpinan Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf.

Selain melakukan studi komparasi, rombongan pengurus BKOW DKI Jakarta juga melakukan kunjungan ke galeri Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, sentra batik di Bangkalan, Museum Angkot Kota Batu, ziarah ke makam Bung Karno di Blitar dan mempelajari obyek-obyek wisata di beberapa lokasi Jawa Timur.

Selama perjalanan ke dan dari Bangkalan, rombongan BKOW Jawa Timur melewati Jembatan Suramadu. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara, sepanjang 5.45 kilo meter. Jembatan ini menjadi pendorong dinamika perekonomian di Madura. BKOW Provinsi Jawa Timur melalui Fatma menjelaskan bahwa pelatihan dan sosialisasi terkait produktivitas sosial ekonomi terkait pengoptimalan fasilitas seperti Jembatan Suramadu perlu dilakukan.

"Kunjungan-kunjungan ke masyarakat Madura kita manfaakan untuk sosialisasi dan memupuk semangat ketika fasilitas publik tersedia untuk aktif dunia sosial ekonomi".

Nah, mereka datang ke sini (Jawa Timur) dan lega karena mendapatkan ilmu, pengalaman baru dan semangat baru. |YP|

Read more...
Subscribe to this RSS feed