Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Susi beberkan kebodohan Indonesia kelola hasil laut

Susi beberkan kebodohan Indonesia kelola hasil laut

Jakarta-KoPi | Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti membeberkan kelemahan Indonesia dalam mengelola hasil laut. Dalam status akun FBnya berjudul "Saya akan buka - bukaan Ungkap kelicikan asing dan kebodohan RI kelola laut", 22 November 2014. mengatakatan sebagai berikut:

"Saya beberkan kebodohan Indonesia dalam mengelola hasil laut dan perairan Indonesia. Salah satu kebodohan Indonesia adalah pada 2004, di mana Amerika mengeluarkan kebijakan tarif barrier atau dumping produk laut pada lima negara seperti China, Thailand, Vietnam dan lainnya.

Menurut saya, momentum ini seharusnya bisa dimanfaatkan Indonesia untuk merebut pasar asing. Namun kenyatannya, China malah memanfaatkan Indonesia sebagai negara transhipment atau perantara. Hasil laut China di bawa ke Indonesia kemudian diberi bendera Indonesia sebelum dikirim ke Amerika untuk mendapatkan pembebasan tarif.

"Kita ini sekarang harus mulai buka-bukaan rahasia umum jangan tabu dibicarakan. Kita tidak bisa selesaikan masalah. Mimpi saya saat itu (2004) KKP merevitalisasi seluruh pertambakan kita. Harga kita harusnya 2 kali lipat. Tetapi kita hanya jadi transhipment mereka. Barang China masuk Amerika pakai bendera Indonesia,"

Pengusaha dan pemerintah waktu itu terbuai dengan keuntungan menjadi negara transhipment. Seharusnya pemerintah waktu itu bisa memaksa China untuk investasi dan membangun tambak di Indonesia jika mereka ingin ekspor tanpa kena tarif.

"China itu dumpingnya 110 persen, Vietnam 90 persen dikenakan. Harusnya paksa China bikin tambak di Indonesia. Ini yang mestinya kita sadari. Rahasia umum kok dibicarakan di belakang,".

back to top