Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Susah bersaing, harga tenun stagen Rp 18 ribu per 10 meter

Susah bersaing, harga tenun stagen Rp 18 ribu per 10 meter

Jogjakarta-KoPi| Koordinator Pasar Tenun Rakyat, Evaulia Nindya menjelaskan harga tenun tradisional stagen sangat murah. Contoh produsen tenun stagen di Desa Sumberarum, Yogyakarta dibandrol Rp 18.000/ 10 meter saja

Eva menilai besaran nominal tersebut sangat kecil bila dibandingkan dengan proses pembuatannya yang memakan waktu yang lama.

"Untuk sekedar membeli sayuran atau bahan itu cukup. Tapi untuk membiayai anak sekolah tidak cukup," kata Eva.

Tenun stagen merupakan jenis kain yang berwarna hitam. Keberadaannya turun temurun dari nenek moyang dahulu. Seperti penenun di Desa Sumberarum, Yogyakarta yang masih melestarikan tradisi tenun.

Guna meningkatkan nilai jual tenun stagen Dreamdelion dan House of Lawe mulai mengkreasikan tenun stagen.

Koordinator Dreamdelion, Fitriani Puspitasari menginisiasi rainbow stagen. Bentuk upaya kreasi tenun stagen dengan berbagai macam warna.

Fitriani dan komunitas menggerakkan warga Sumberarum untuk menanam pewarna alami.

Selain berfungsi untuk tenun, tanaman pewarna alami bisa meningkatkan ekonomi warga. Hasil pewarna alami bisa dijual ke pasaran.

Kain tenun kualitas internasional, harga lokal

Mata pencaharian utama warga Sumberarum sebagai petani. Sementara beberapa orang menjadi penambang pasir di Kali Progo.

Sisanya para perempuan menjadi penenun. Namun dengan latar belakang profesi tersebut masih menempatkan warga Sumberarum di bawah garis kemiskinan.

Ketua LAWE, Adinintya mengungkapkan kondisi ekonomi lemah bagi daerah penghasil tenun, lantaran harga tenun belum bisa kompetitif.

Sebagai contoh harga tenun di Jakarta bahkan di Belanda, menyentuh angka jutaan.

Adinintya bersama komunitas menggalang kampanye tenun stagen. Harapannya masyarakat bisa mengenal tenun stagen. |Winda Efanur FS|

back to top