Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Surat Kartini: Kepada Nyonya van Kol #20

Surat Kartini: Kepada Nyonya van Kol #20

1 Agustus 1903

Sepatah kata akan mengabarkan selekas-lekasnya kepada nyonya tentang perubahan baru dalam nasib hidup saya. Saya akan melakukan kewajiban kami yang mulia itu....seorang laki-laki yang cakap, mulia, akan mendampingi saya dalam usaha saya untuk bekerja bagi keperluan bangsa ini.

Dalam hal ini dia sudah jauh lebih banyak usahanya daripada saya. Dia sudah berjasa, sedang saya sendiri masih harus mulai. Dia seorang penyayang dan baik hati. Selain berbudi, otaknya tajam dan cair.

Dia sudah pernah ke sana --ke tempat yang sangat didambakan oleh calon istrinya ini, tapi tidak dibolehkan oleh bangsanya, yaitu negeri Belanda.

Ini perubahan yang sangat besar. Saling bantu dan bertukar pikiran di antara kami berdua akan merupakan jalan yang paling pendek menuju arah perwujudan cita-cita kami demi keselamatan bangsa kami.

Nyonya belum tahu siapa tunangan saya itu. Dia adalah Raden Adipati Djojo Adiningrat, Bupati Rembang. Sekian saja dulu! Segera saya akan menulis lagi, dan mudah-mudahan dengan panjang lebar.

back to top