Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Surat Kartini: Kepada Estella Zeehandelaar #19

Surat Kartini: Kepada Estella Zeehandelaar #19

25 April 1903

Pengecut, tidak dapat dimaafkan. Kami tidak segera berkirim surat kepadamu ketika ditetapkan putusan penting bahwa untuk sementara ini kami tidak akan mengecap buah semua usahamu yang luhur itu....Semuanya telah kami duga-duga akan terjadi. Tapi, sekali-kali tidak kami sangka-sangka bahwa dengan kemauan sendiri akan kami katakan, "Kami tidak akan pergi!"

Jangan memikirkan kami. Pikirkan perkaranya, dan apa yang sebaik-baiknya bagi perkara itu. Sekarang kita lihat kenyataan lain: "Untuk perkaranya pada saat ini, tetap tinggal di Hindia lebih baik!"

Kami sekarang bukan milik kami sendiri. Kami milik perkara. Pada waktu ini, cara mengabdi yang sebaik-baiknya kepada perkara itu ialah dengan tidak meninggalkan negeri. Orang banyak yang hendak kami tolong itu harus belajar mengenal kami dulu. Apabila kami sekarang pergi, maka kami akan menjadi asing bagi mereka. Dan kalau beberapa tahun lagi kami kembali, kami akan dipandang sebagai perempuan Eropa.

Dan kalau orang tidak mau mempercayakan anak-anak perempuannya kepada orang-orang Eropa, akan lebih tidak mau lagi mereka berbuat demikian kepada seseorang, yang dipandangnya sebagai perempuan Jawa, tetapi bertabiat seperti perempuan Eropa.

Yang menjadi sasarannya bangsa kami. Kalau bangsa ini menjadi benci kepada kami, apa faedahnya pertolongan pemerintah bagi kami? Soalnya sekarang, secepat-cepatnya mulai bekerja, menghadapkan umum kepada kenyataan, bahwa sekolah untuk anak-anak perempuan Bumiputera telah ada! Pada waktu ini kami diperhatikan orang, kami terkenal di seluruh wilayah pulau Jawa; kami harus mempertahankan semangatnya.

Apabila kami pergi dan lama pula, perhatian itu makin lama akan makin berkurang dan akhirnya lenyap. Sekarang kami wajib memperkenalkan diri secara pribadi kepada bangsa kami, berusaha memperoleh simpatinya dan mengajar mereka menaruh kepercayaan kepada kami. Jika simpati dan kepercayaan itu sudah kami peroleh, maka kami bisa saja pergi. Soal ke Belanda itu tidak seluruhnya batal, Stella. kami masih selalu bisa pergi. Dan kalau kami pergi, berangkat dari Betawi akan lebih baik daripada dari sini.

Sabar, seru orang budiman. Kami mendengar seruan itu, tetapi kami tidak mengerti. Baru sekarang kami mengerti, Stella. Sekarang tahulah kami akan makna semboyan semua orang pembaharu masyarakat, yaitu sabar. Perjalanan dunia tidak dapat dipercepat. Dengan bekerja terburu nafsu bahkan menjadi lambat.

Kami harus mengendalikan hati kami. Tidak, Stella, usahamu tak sia-sia. Atas nama bangsa kami saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya. Bagi orang Jawalah segala jerih payahmu akan bermanfaat.

Rencana kami, setelah ada balasan surat permohonan kami, kami akan segera pergi ke Betawi. Roekmini akan belajar menggambar, pekerjaan tangan, ilmu kesehatan, ilmu penyakit dan ilmu balut-membalut. Saya hendak belajar jadi guru; hanya satu ijazah saja yang hendak saya capai. Setelah mendapat ijazah itu, sekolah kami buka.

Di Magelang atau Salatiga, dua-duanya berhawa sejuk dan banyak dokter militer. Rencana kami demikian besar; kalau sekolah itu sudah ada dan semuanya berjalan baik, di sekolah itu akan kami buka kursus untuk mendidik dokter-dokter perempuan, juru rawat dan bidan beranak. Yang akan mengajar dokter-dokter militer itu, dengan pimpinan kursus Roekmini.

back to top