Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba
Surabaya - KoPi | Target Surabaya untuk menjadi kota bebas narkoba mulai direalisasikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memulai pendidikan mengenai bahaya narkotika sejak dini. Karena itu, Selasa (9/6) BNN Provinsi Jawa Timur me-launching program Kurikulum Anti-Narkoba di sekolah-sekolah di Surabaya.
 

Kepala BNN RI Komjen Anang Iskandar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan masuknya kurikulum anti-narkoba ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja sejak dini. "Selama ini prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, tingkat kesembuhannya juga yang paling rendah. Itu karena masih belum ada upaya pencegahan yang efektif. Makanya kurikulum ini diharapkan dapat memberi peringatan kepada siswa-siswa mengenai bahaya narkoba," ujar Anang dalam sambutan yang ia berikan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menyatakan launching kurikulum anti-narkoba ini lebih ditujukan pencegahan. Selama ini upaya yang lebih banyak dilakukan adalah rehabilitasi dan penindakan untuk bandar. Menurutnya, pencegahan harus segera dilakukan sebelum benar-benar sakit.

"Karena selama ini anak-anak tidak mengerti bujuk rayu bandar. Misalnya anak umur 8 tahun disuruh kirim barang ke suatu tempat, dikasih uang Rp 2000. Lalu dia jadi ketagihan dan mau jadi kurir dan tergantung pada orang itu. Ini kan upaya untuk pencegahan supaya anak-anak mengerti trik-trik para bandar," ungkapnya.

Risma juga menyebutkan program rehabilitasi di Kota Surabaya akan terus berjalan. Saat ini Surabaya sudah punya fasilitas rehab untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Di sana Risma pernah menemukan korban penyalahgunaan narkoba yang masih berusia belia. "Ada yang usia 8 tahun, ada yang 11 tahun, ada yang 14 tahun, sampai 17 tahun," ujar Risma dengan muka geram.

back to top