Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba
Surabaya - KoPi | Target Surabaya untuk menjadi kota bebas narkoba mulai direalisasikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memulai pendidikan mengenai bahaya narkotika sejak dini. Karena itu, Selasa (9/6) BNN Provinsi Jawa Timur me-launching program Kurikulum Anti-Narkoba di sekolah-sekolah di Surabaya.
 

Kepala BNN RI Komjen Anang Iskandar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan masuknya kurikulum anti-narkoba ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja sejak dini. "Selama ini prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, tingkat kesembuhannya juga yang paling rendah. Itu karena masih belum ada upaya pencegahan yang efektif. Makanya kurikulum ini diharapkan dapat memberi peringatan kepada siswa-siswa mengenai bahaya narkoba," ujar Anang dalam sambutan yang ia berikan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menyatakan launching kurikulum anti-narkoba ini lebih ditujukan pencegahan. Selama ini upaya yang lebih banyak dilakukan adalah rehabilitasi dan penindakan untuk bandar. Menurutnya, pencegahan harus segera dilakukan sebelum benar-benar sakit.

"Karena selama ini anak-anak tidak mengerti bujuk rayu bandar. Misalnya anak umur 8 tahun disuruh kirim barang ke suatu tempat, dikasih uang Rp 2000. Lalu dia jadi ketagihan dan mau jadi kurir dan tergantung pada orang itu. Ini kan upaya untuk pencegahan supaya anak-anak mengerti trik-trik para bandar," ungkapnya.

Risma juga menyebutkan program rehabilitasi di Kota Surabaya akan terus berjalan. Saat ini Surabaya sudah punya fasilitas rehab untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Di sana Risma pernah menemukan korban penyalahgunaan narkoba yang masih berusia belia. "Ada yang usia 8 tahun, ada yang 11 tahun, ada yang 14 tahun, sampai 17 tahun," ujar Risma dengan muka geram.

back to top