Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba
Surabaya - KoPi | Target Surabaya untuk menjadi kota bebas narkoba mulai direalisasikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memulai pendidikan mengenai bahaya narkotika sejak dini. Karena itu, Selasa (9/6) BNN Provinsi Jawa Timur me-launching program Kurikulum Anti-Narkoba di sekolah-sekolah di Surabaya.
 

Kepala BNN RI Komjen Anang Iskandar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan masuknya kurikulum anti-narkoba ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja sejak dini. "Selama ini prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, tingkat kesembuhannya juga yang paling rendah. Itu karena masih belum ada upaya pencegahan yang efektif. Makanya kurikulum ini diharapkan dapat memberi peringatan kepada siswa-siswa mengenai bahaya narkoba," ujar Anang dalam sambutan yang ia berikan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menyatakan launching kurikulum anti-narkoba ini lebih ditujukan pencegahan. Selama ini upaya yang lebih banyak dilakukan adalah rehabilitasi dan penindakan untuk bandar. Menurutnya, pencegahan harus segera dilakukan sebelum benar-benar sakit.

"Karena selama ini anak-anak tidak mengerti bujuk rayu bandar. Misalnya anak umur 8 tahun disuruh kirim barang ke suatu tempat, dikasih uang Rp 2000. Lalu dia jadi ketagihan dan mau jadi kurir dan tergantung pada orang itu. Ini kan upaya untuk pencegahan supaya anak-anak mengerti trik-trik para bandar," ungkapnya.

Risma juga menyebutkan program rehabilitasi di Kota Surabaya akan terus berjalan. Saat ini Surabaya sudah punya fasilitas rehab untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Di sana Risma pernah menemukan korban penyalahgunaan narkoba yang masih berusia belia. "Ada yang usia 8 tahun, ada yang 11 tahun, ada yang 14 tahun, sampai 17 tahun," ujar Risma dengan muka geram.

back to top