Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Surabaya Bersholawat Ajak Umat Cinta Tanah Air

Surabaya Bersholawat Ajak Umat Cinta Tanah Air

Surabaya-KoPi| Bersholawat tidak hanya mengajak umat untuk mencintai Allah SWT, dan Rasululllah SAW, tapi juga mencintai tanah air. Pasalnya, syair-syair dalam qasidah yang dilantunkan mampu menggugah kita untuk semakin bangga dan membangkitkan rasa memiliki terhadap bumi pertiwi.

“Sholawatan seperti inilah yang sesungguhnya ikut menjaga keutuhan Indonesia. Ketika kita sulit mencari cara bagaimana mengajak umat cinta Indonesia, Habib Syekh lewat qasidah-qasidahnya mampu menggugah semangat nasionalisme“.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Surabaya Bersholawat Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf di depan kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Rabu (21/9) malam.

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim mengatakan, salah satu qasidah yang mengajak umat makin cinta tanah air berjudul “Cinta Indonesia Cinta NKRI”, syairnya berbunyi “Indonesia Kebanggaan Kami, Indonesia Kebangsaan kami, Merah Putih Bendera kami, NKRI Harga Mati”.

“Sholawatan yang mengajak cinta tanah air sebagai pendidikan karakter bagi umat. Setiap malam qasidah ini dikumandangkan di berbagai kesempatan. Mengajak umat untuk dekat pada Allah SWT, cinta Rasulullah SAW, dan juga cinta tanah air kita, Indonesia” katanya.

Tahun Baru Islam Momen Tepat Bermuhasabah

Masih menurut Gus Ipul, memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1439 H ini menjadi momen yang tepat untuk bermuhasabah. Artinya, melakukan upaya untuk mengevaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya. Baik hal yang bersifat vertical (habluminallah), maupun secara horizontal (habluminannas).

“Malam taun baru ini kesempatan baik untuk kita merenung, agar pribadi kita bisa lebih baik dalam tahun baru ini dan mendatang. Salah satu caranya, kita berupaya agar menghadirkan pertolongan Allah ditengah-tengah kita” katanya.

Ditambahkan, banyak tekanan dan ancaman menghadang ketika dulu Rasulullah SAW ingin berhijrah, namun berkat pertolongan Allah SWT, semuanya dapat dilewati dengan selamat. “Allah SWT membuat yang mustahil bagi manusia menjadi mungkin, jadi jangan pernah putus asa dengan rahmatNya” tambahnya.

Terkumpul Rp. 80,462 Juta untuk Rohingya

Masih menurut Gus Ipul, berkat kesolidan ribuan masyarakat dan santri yang hadir dalam acara Surabaya Bersholawat, telah terkumpul donasi sebesar Rp. 80,462 juta kepada saudara kita etnis rohingya yang sedang tertimpa musibah.

“Betapa hebatnya santri dan syekhermania. Malam ini terkumpul Rp. 80.462.000, tidak perlu memenjadi muslim untuk membantu rohingya, tapi cukup jadi manusia kita bisa bantu mereka.Kita ingin ingin pembunuhan, pemerkosaan dan penindasan terhadap etnis rohingya dihentikan” tegasnya.

Hadir pada kesempatan itu para kiai dan ulama dari seluruh Indonesia, diantaranya Habib Muhammad Al Jufri, Habib Syekh Alj Jufri, Habib Zein, Mbah Harun, Habib Abdurrahman Al Haddad, KH Hasyim Hasbullah, Najib bin Hasan Al Haddad, dan Habib Abubakar Al Habsyi. Hadir pula Bupati Banyuwangi. (humasjatim:adit)

Surabaya, 21 September 2017
KEPALA BIRO HUMAS DAN PROTOKOL

TTD

Drs. Benny Sampirwanto, M.Si.
NIP. 19650718 199003 1 005

back to top