Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Jogjakarta-KoPi| Persoalan modal menjadi masalah klasik yang mendera setiap usaha yang bergerak di bidang perekonomian. Begitu pun yang dialami oleh dua Badan usaha Milik Daerah (BUMD) DIY, PT Anindya Mitra Internasional (AMI), dan Perusahaan Daerah  Tarumartani.

PT AMI bergerak di bidang usaha pertambangan, transportasi, percetakan, pariwisata, dan perdagangan. Sedangkan Tarumartani merupakan produsen cerutu. Kedua BUMD ini mendatangi Komisi B DPRD DIY untuk meminta solusi terhadap permasalahan keuangan. 

Menurut ketua Komisi B Janu Ismadi kedatangan mereka menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Pada intinya anggota Komisi B DPRD DIY tetap mendukung perusahaan daerah untuk terus berkembang.

Janu menambahkan AMI saat ini memiliki masalah ketenagakerjaan. AMI yang melingkupi 5 sektor usaha berniat akan memangkas sekitar 150 karyawannya.

“Masalah yang diceritakan tentang tenaga kerja, intinya temen-temen komisi B, untuk perusahaan daerah mendorong untuk dikembangkan. Permasalahan karyawan yang kompeten yang bisa menangani masalah itu, jangan sembarangan orang direkrut,” tutur Janu Ismasi saat ditemui di DPRD DIY pukul 13.00 Wib.

Sementara untuk Tarumartani, Janu menjelaskan persoalan sulit Tarumartani tidak bisa mengembangkan usahanya. Pasalnya lokasi gedung termasuk benda cagar budaya.
Untuk langkah selanjutnya, pihak Komisi B DPRD DIYakan tetap mengevaluasi kedua perusahaan ini. Kejelasan dan konsep perusahaan ke depan bila mendapat suntikan modal.

“Komisi B ingin tahu grand desain ke depan, kalau diberi modal trus gimana? Closingnya Tarumartani dan AMI mempersiapkan plan, grand desain, diharapkan pertengahan September mereka mempresentasikan,” kata Janu.
|Winda Efanur FS|

back to top