Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Suntikan dana dua BUMD Jogja ini, tergantung presentasi September nanti

Jogjakarta-KoPi| Persoalan modal menjadi masalah klasik yang mendera setiap usaha yang bergerak di bidang perekonomian. Begitu pun yang dialami oleh dua Badan usaha Milik Daerah (BUMD) DIY, PT Anindya Mitra Internasional (AMI), dan Perusahaan Daerah  Tarumartani.

PT AMI bergerak di bidang usaha pertambangan, transportasi, percetakan, pariwisata, dan perdagangan. Sedangkan Tarumartani merupakan produsen cerutu. Kedua BUMD ini mendatangi Komisi B DPRD DIY untuk meminta solusi terhadap permasalahan keuangan. 

Menurut ketua Komisi B Janu Ismadi kedatangan mereka menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Pada intinya anggota Komisi B DPRD DIY tetap mendukung perusahaan daerah untuk terus berkembang.

Janu menambahkan AMI saat ini memiliki masalah ketenagakerjaan. AMI yang melingkupi 5 sektor usaha berniat akan memangkas sekitar 150 karyawannya.

“Masalah yang diceritakan tentang tenaga kerja, intinya temen-temen komisi B, untuk perusahaan daerah mendorong untuk dikembangkan. Permasalahan karyawan yang kompeten yang bisa menangani masalah itu, jangan sembarangan orang direkrut,” tutur Janu Ismasi saat ditemui di DPRD DIY pukul 13.00 Wib.

Sementara untuk Tarumartani, Janu menjelaskan persoalan sulit Tarumartani tidak bisa mengembangkan usahanya. Pasalnya lokasi gedung termasuk benda cagar budaya.
Untuk langkah selanjutnya, pihak Komisi B DPRD DIYakan tetap mengevaluasi kedua perusahaan ini. Kejelasan dan konsep perusahaan ke depan bila mendapat suntikan modal.

“Komisi B ingin tahu grand desain ke depan, kalau diberi modal trus gimana? Closingnya Tarumartani dan AMI mempersiapkan plan, grand desain, diharapkan pertengahan September mereka mempresentasikan,” kata Janu.
|Winda Efanur FS|

back to top