Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Sumbangan air bersih BPN Pemalang untuk Masyarakat Pemalang

Pemalang -KoPi| Kemarau yang berkepanjangan membuat sebagian sebagian wilayah di Kabupaten Pemalang mengalami krisis kekurangan air bersih ( air sehat). Hal ini disebabkan banyaknya mata air yang mati serta kering akibat kemarau yang berkepanjangan.

Ratno Kepala Desa Belik, Pemalang mengatakan krisis air bersih yang melanda Desa Belik dimulai sejak tiga bulan setelah masa kemarau.

"Sekarang sudah lima bulan lebih. Dukuh Tepus adalah salah satu dukuh yang mengalami kekeringan yang paling parah," ujar Ratno.

Menurut Ratno, sebenarnya di Desa Belik ada 39 titik mata air yang biasanya digunakan untuk mencukupi kebutuhan air minum warga desa belik dan sudah dibuatkan instalasinya dengan mempergunakan anggaran dari ADD, Bansos, Pamsimas ataupun sumbangan Gubernur namun dikarenakan sumber mata airnya mati maka saat ini tidak berfungsi.

Upaya untuk pelestarian mata air,menurutnya, Pemerintahan Desa sudah bekerja sama dengan Perhutani, LMDH dengan cara menghijaukan di sekitar masing-masing mata air seluas 2 Ha namun belum membuahkan hasil mata air sesuai dengan harapan, katanya.

Untungnya, kata Ratno, Pemda Pemalang memberikan suplai air bersih ke masyarakat secara rutin. Masyarakat belum lama ini juga mendapatkan air bersih dari Kantor Pertanahan Nasional. Untuk itu masyarakat Dukuh Tepus mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Pemda dan BPN Pemalang.

Kepala Kantor Pertanahan atau Pemalang Deni Santo mengatakan sumbangan air bersih ini masih dalam rangka memperingati Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (HANTARU 2015).

"Kami Pegawai BPN Pemalang iuran secara swadaya sehingga kami bisa menyumbang 6(enam )tangki air bersih untuk Dukuh Tepus, Desa Belik Kecamatan, dan 4( empat ) tangki untuk dukuh alang-alang amba Desa Jatingarang Kecamatan Bodeh dengan kapasitas 1(satu) tangki 6000(enam ribu ) liter," Kata Deni Santo.| Joko Longkeyang

back to top