Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Sultan Hadiwijaya vs Panembahan Senopati di JEC

Sultan Hadiwijaya vs Panembahan Senopati di JEC

Jogjakarta-KoPi| Pasukan Sultan Hadiwijaya Kerajaan Pajang menyerang pasukan Panembahan Senopati Kerajaan Mataram. Keinginan Panembahan Senapati melepaskan diri dari Pajang, menyulut pertentangan yang berujung peperangan.

Secara dramatik Polemik Kerajaan Pajang dengan Kerajaan Mataram terjadi begitu menegangangkan. Pagelaran "Sumunaring Surya Ing Gagat Rahina" kerajaan Mataram dengan Kerajaan Pajang terjadi di panggung sederhana Jogja Ekspo Center.

Pagelaran bertajuk perebutan kekuasaan tersebut secara apik dimainkan oleh salah satu retail fashion baju dan sepatu Solo. Selama dua jam sejak pukul 15.30-17.30 WIB.

Menurut ketua panitia, Andry Widyanto pihaknya rutin menyelenggarakan pagelaran seni setiap empat tahun sekali. Sebagai bentuk upaya kepedulian toko fashion terhadap pelestarian seni Jawa.

Khusus pada tahun 2016, mempertotonkan kisah Panembahan Senapati dan Sultan Hadiwijaya. Mengandung pesan tentang suatu kekuasaan dan kepribadian sosok pemimpin.

"Pemimpin kami secara 40 tahun mengendalikan perusahaan, ini terkait dengan tema cerita yang diangkat. Kesempatan sosok pemimpin muda yang memimpin. Punya kepribadian baik, dan bijaksana," jelas Andry di sela pagelaran Sumunaring Surya ing Gagat Rahina pada tanggal 31 Januari 2016.

Andry juga menambahkan para pemain pagelaran seluruhnya dari karyawan group fashion. Berjumlah sebanyak 120 orang.

"Pemain dari kalangan internal karyawan, kami melakukan seleksi terlebih dahulu. Latihannya selama tiga bulan", kata Andry.

Pagelaran ini bekerjasama denan Bondan Nusantara selaku sutradara dan Anter Sumorotejo selaku koreografer.

back to top