Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sultan buka Rakorda pengendalian inflasi lewat pangan

Sultan buka Rakorda pengendalian inflasi lewat pangan

Sleman-KoPi|Sri Sultan membuka Rapat koordinasi Daerah (Rakorda ) 2017 Tim Pengedalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Ballroom Hotel Royal Ambarukmo,Kamis (3/8).

Rakorda yang diikuti kurang lebih 100 anggota TPID yang berasal dari Pemda DIY,Akademisi, Bupati dan Koperasi ini mengangkat tema “Pengendalian Inflasi Melalui Penguatan Kelembagaan Koperasi Pasar”.

Sri Sultan Hamengkubowono ke X dalam sambutannya menekankan bahwa pengendalian inflasi sangatlah penting dalam mengatur harga daerah.

"Perlu juga dibentuk lingkungan ekonom yang positif dalam mengatur harga dan memperlambat laju inflasi di DIY,"kata Sultan.

Sultan juga menjelaskan karateristik inflasi di Indonesia bersifat shock karena kejadian alam dan perubahan harga yang ditetapkan pemerintah (administer price). Ia melanjutkan kebijakan moneter bank tidak bisa menekan laju inflasi jenis ini.

Sehingga ,Sultan menegaskan TPID ini merupakan bentuk upaya pengawasan dan perlambatan laju inflasi dari pemerintah ataupun instansi terkait di DIY.

"Perlu ada pengawasan lebih dari pemerintah untuk menurunkan dan menekan laju inflasi,disaat inilah peran dan tugas TPID masuk,"tegas Sultan.

Sementara itu ,kepala perwakilan dari Bank Indonesia DIY,Budi Hanoto mengungkapkan tema rakorda yang diangkat tahun ini sangatlah penting dalam menekan laju inflasi.Pasalnya tema pangan ini selaras dengan langkah pemerintah pusat untuk menekan inflasi dengan cara peningkatan efisiensi pangan.

Budi menuturkan setidaknya ada 3 permasalahan tata niaga pangan di DIY saat ini.Permasalahan tata niaga ini yang mengakibatkan harga di DIY cenderung lebih tinggi terhadap daerah lain walaupun mengalami surplus.

"Pertama,tata niaga kita panjang dan dibuat oleh middle man, Kedua,Posisi tawar petani dan pedagang sangat rendah,Ketiga,Ketergantungan yang tinggi terhadap daerah lain walaupun mengalami surplus,"tutur Budi

Ia menyarankan Pemerintah bersama TPID mengikuti program pengendalian inflasi DIY 2017 lewat 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, Komunikasi Efektif.

Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga merelease posisi inflasi DIY pada Juli lalu . Inflasi DIY saat ini masih berada dalam target inflasi antara 1 -4%, DIY mengalami inflasi dengan poin 3,76 % dengan inflasi lebaran terendah dalam 5 tahun terakhir yaitu 0,61

Sementara infasi DIY berdasarkan year to date berada poin 3,22 pada Juli . Poin ini naik dari 2,78 pada juni 2017.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top