Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

Sudjiwo Tejo: manggil "Pak" bikin jadi bangsa kuli

KoPi- Sudjiwo Tejo kembali membuat sebuah pernyataan kritik kontroversial dengan menyebut Bangsa Indonesia sebagai 'Bangsa Kuli'. Pernyataan itu disampaikannya melalui akun twitter miliknya pada 14 November 2014.

“Apa Ahok minta dipanggil "Pak". Kok orang2 mulai manggil "Pak". Gini2 ini yg bikin bangsamu bangsa kuli, ndak pernah sejajar dgn pejabatnya”.

Hal ini di ungkapkan karena melihat kenyataan bahwa masyarakat mulai memanggil Ahok dengan sebutan “Bapak” setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

“Kalau ud dari dulu kita manggil Pak Ahok sih ndak papa…Jangan setelah jd gubernur kita panggil "Pak"… Hancur keakraban itu…” seperti yang tertulis di twitter miliknya.

Sudjiwo Tejo juga membuat perbandingan masyarakat Indonesia saat ini dengan salah satu tokoh perwayangan, Bima. Sudjiwo Tejo mengatakan bahwa Bima memandang semua orang itu sama kedudukannya, baik yang berpangkat maupun yang melarat.
Seperti yang di kutip dalam twitternya yang lainnya,

“Satu2nya tokoh wayang yg oleh leluhur Jawa dipertemukan dengan Tuhan cuma Bima ..karena Bima ngoko ke siapa pun, ndak pakai "Bapak ini itu".” (Ngoko bemakna egaliter=sederajad, Red).

back to top