Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Strategi tidur nasional di Inggris

Strategi tidur nasional di Inggris

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orang dewasa tidur selama 6,8 jam, sosialisasi diperlukan untuk mengatasi hal tersebut.


KoPi| Menurut survei  Royal Society for Public Health (RSPH), rata-rata orang dewasa di Inggris idur kurang dari satu jam, dan tidak tidur di malam minggu.

Jajak pendapat ini melibatkan dari 2.000 orang dewasa, diterbitkan oleh Royal Society for Public Health menemukan waktu tidur rata-rata adalah 6,8 jam, dibandingkan dengan kebutuhan manusia yaitu 7,7 jam.

Banyak orang mengatakan bahwa kurangnya jam tidur berefek pada kesehatan mereka, setengah dari mereka mengatakan mereka merasa stress dan sepertiganya mengatakan kurang tidur menyebabkan mereka mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.

RSPH begitu khawatir terhadap hal tersebut dan menyerukan strategi tidur nasional, termasuk "lamanya jam tidur", panduan tentang lamanya jam tidur seseorang yang disesuaikan dengan usianya dan subjek yang akan ditambahkan ke kurikulum sekolah.

"Tidur yang baik dapat menyembuhkan banyak penyakit masyarakat, dan kurang tidur terkait dengan serangkaian perilaku tidak sehat dan awal beberapa penyebab penyakit," kata kepala eksekutif RSPH Shirley Cramer.

Menurut Shirley Cramer, tidur merupakan komponen yang sering diabaikan dan kurang dihargai dalam kesehatan publik. Padahal, tidur sama pentingnya dengan menjaga diet seimbang atau gaya hidup aktif untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan, dan kita perlu berbuat lebih banyak untuk mempromosikan pentingnya tidur.

"Dalam rangka memberikan perhatian terhadap tidur yang layak, kita percaya bahwa pemerintah harus mengembangkan strategi tidur nasional yang mencakup tindakan sekolah, pengusaha, profesional kesehatan dan masyarakat yang dapat diambil untuk membantu kita tidur lebih baik di malam hari."

Kurang tidur diketahui meningkatkan risiko penyakit yang serius, termasuk obesitas , penyakit jantung diabetes , serta mempersingkat harapan hidup.

Laporan tersebut menunjukkan jumlah tidur usia 18-64 tahun harus selama tujuh sampai sembilan jam sehari. Sedangkan untuk usia 1-2 tahun sebanyak 11-14 jam sehari , dan usia 65 tahun keatas sebanyak 7-8 jam sehari.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa pentingnya tidur sama halnya dengan aktivitas untuk mengoptimalkan kesehatan dan kesejahteraan di samping rokok, namun hal tersebut ternyata tetap gagal dalam memenuhi jam tidur seseorang.
Orang tua, orang yang pulang pergi bekerja, pekerja paruh waktu, dan orang-orang muda adalah yang paling utama kekurangan tidur.

RSPH mengatakan petugas kesehatan harus rutin dalam mensosialisasikan masalah tidur, dan harus ada ketersediaan yang lebih besar dari terapi perilaku kognitif (CBT) untuk gangguan yang diderita satu dari tiga orang. Ia mengatakan CBT lebih efektif daripada pil tidur untuk resep 10m yang setahun ditulis di Inggris.

Colin Espie, dalam laporan ketua penulis dan profesor kedokteran tidur di Oxford University, mengatakan: "Pentingnya tidur untuk kepentingan individu dan masyarakat telah hampir sepenuhnya diabaikan, baik dalam kebijakan dan praktek.

"Insomnianmerupakan ekspresi yang paling umum dari penyakit mental, seperti gangguan Cinderella yang jarang menerima perhatian yang layak, meskipun faktanya itu adalah tanda depresi.
"Ada kesempatan besar untuk menempatkan hasil penelitian kontemporer mengenai manfaat tidur untuk kebaikan masyarakat, dan saya yakin banyak akan setuju tentang pentingnya menambahkan tidur sebagai agenda kesehatan bangsa."

Public Health Inggris menyatakan dalam kampanyenya "Sebagian besar dari kita membutuhkan sekitar delapan jam tidur yang berkualitas di malam hari untuk fungsi yang baik tetapi beberapa membutuhkan yang lebih dan beberapa malah kurang. Yang penting adalah bahwa Anda mengetahui berapa banyak tidur yang Anda butuhkan dan kemudian mencoba untuk mencapainya.

"Kualitas tidur yang baik lebih penting daripada jumlah tidur yang Anda dapatkan dan itu membantu untuk menjaga Anda merasa sehat." │theguardian.com

back to top