Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Stimulasi magnet bisa kembalikan ingatan

Stimulasi magnet bisa kembalikan ingatan

Chicago-KoPi, Para orang tua yang sudah mulai kehilangan ingatan bisa dibantu dengan sebuah magnet untuk merangsang kembali otak mereka, sebuah penelitian menunjukkan.

Setelah beberapa relawan diberikan stimulasi magnet, 24 jam kemudian, ternyata bisa membantu kemampuan relawan tersebut untuk mengingat beberapa kata yang berhubungan dengan foto wajah.

Para peneliti yakin bahwa penemuan tersebut bisa menjadi pengobatan baru bagi orang yang kehilangan fungsi ingatan yang disebabkan oleh umur, stroke, cedera kepala dan serangan penyakit Alzheimer.

Dr Joel Voss, ketua penelitian dari Northwestern University di Chicago, mengatakan “kami memperlihatkan untuk pertama kalinya bahwa Anda bisa merubah fungsi ingatan otak tanpa operasi atau obat, yang tidak terbukti secara efektif. Stimulasi ini memiliki potensi yang hebat sekali.”

Relawan yang ikut serta berjumlah 16 orang berumur 21sampai 40 tahun. Setuju untuk menjalani stimulasi magnet yang disebut dengan TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) selama 20 menit setiap hari selama 5 hari.

TMS tersebut ditujukan ke daearah tengkorak kepala untuk mempengaruhi aliran elektrik yang lemah di otak.

(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top