Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Stimulasi magnet bisa kembalikan ingatan

Stimulasi magnet bisa kembalikan ingatan

Chicago-KoPi, Para orang tua yang sudah mulai kehilangan ingatan bisa dibantu dengan sebuah magnet untuk merangsang kembali otak mereka, sebuah penelitian menunjukkan.

Setelah beberapa relawan diberikan stimulasi magnet, 24 jam kemudian, ternyata bisa membantu kemampuan relawan tersebut untuk mengingat beberapa kata yang berhubungan dengan foto wajah.

Para peneliti yakin bahwa penemuan tersebut bisa menjadi pengobatan baru bagi orang yang kehilangan fungsi ingatan yang disebabkan oleh umur, stroke, cedera kepala dan serangan penyakit Alzheimer.

Dr Joel Voss, ketua penelitian dari Northwestern University di Chicago, mengatakan “kami memperlihatkan untuk pertama kalinya bahwa Anda bisa merubah fungsi ingatan otak tanpa operasi atau obat, yang tidak terbukti secara efektif. Stimulasi ini memiliki potensi yang hebat sekali.”

Relawan yang ikut serta berjumlah 16 orang berumur 21sampai 40 tahun. Setuju untuk menjalani stimulasi magnet yang disebut dengan TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) selama 20 menit setiap hari selama 5 hari.

TMS tersebut ditujukan ke daearah tengkorak kepala untuk mempengaruhi aliran elektrik yang lemah di otak.

(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top