Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Stimulasi magnet bisa kembalikan ingatan

Stimulasi magnet bisa kembalikan ingatan

Chicago-KoPi, Para orang tua yang sudah mulai kehilangan ingatan bisa dibantu dengan sebuah magnet untuk merangsang kembali otak mereka, sebuah penelitian menunjukkan.

Setelah beberapa relawan diberikan stimulasi magnet, 24 jam kemudian, ternyata bisa membantu kemampuan relawan tersebut untuk mengingat beberapa kata yang berhubungan dengan foto wajah.

Para peneliti yakin bahwa penemuan tersebut bisa menjadi pengobatan baru bagi orang yang kehilangan fungsi ingatan yang disebabkan oleh umur, stroke, cedera kepala dan serangan penyakit Alzheimer.

Dr Joel Voss, ketua penelitian dari Northwestern University di Chicago, mengatakan “kami memperlihatkan untuk pertama kalinya bahwa Anda bisa merubah fungsi ingatan otak tanpa operasi atau obat, yang tidak terbukti secara efektif. Stimulasi ini memiliki potensi yang hebat sekali.”

Relawan yang ikut serta berjumlah 16 orang berumur 21sampai 40 tahun. Setuju untuk menjalani stimulasi magnet yang disebut dengan TMS (Transcranial Magnetic Stimulation) selama 20 menit setiap hari selama 5 hari.

TMS tersebut ditujukan ke daearah tengkorak kepala untuk mempengaruhi aliran elektrik yang lemah di otak.

(Fahrurrazi)
Sumber: The Independent

back to top