Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Statistik Rusia: Membunuh 471 warga sipil Suriah sepanjang Januari

Statistik Rusia: Membunuh 471 warga sipil Suriah sepanjang Januari

KoPi| Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah, Syrian Observatory For Human Rights (SOHR), melaporkan bahwa Rusia menjadi pembunuh terbanyak warga sipil Suriah dalam serangan udara sepanjang Januari 2016, mengalahkan jumlah korban angkatan udara Basyar al-Assad.

Menurut data SOHR, berbagai pengeboman Rusia telah membunuh hampir 500 warga sipil, dimana 200 di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Secara rinci SOHR mendokumentasikan kematian sebanyak 471 warga sipil, di antaranya terdapat 127 korban anak-anak dan 56 orang wanita. Jumlah ini diperoleh hanya selama bulan Januari 2016 saja, atau tepatnya hingga tanggal 27 Januari. Para korban sipil terbunuh akibat serangan udara Rusia menyebar di provinsi Suriah yang berbeda-beda, termasuk wilayah ISIS. Secara rata-rata militer Moskow membunuh 17-18 warga sipil tiap hari.

Sedangkan dalam kurun waktu sama, serangan udara yang dilancarkan militer rezim Assad juga membunuh 211 warga sipil, termasuk di antaranya 30 anak-anak dan 20 wanita.

SOHR yang berdiri tahun 2006 dan berbasis di London ini dipimpin oleh Rami Abdul Rahman, merupakan salah satu lembaga pemantau statistik korban perang Suriah paling lengkap, memiliki jaringan kontributor di seluruh Suriah dan mencatat korban jiwa hingga ke asal keluarganya.

Jatuhnya hampir 700 warga sipil di tangan Rusia dan Assad akibat serangan udara terjadi di tengah isu "perundingan damai" yang disponsori PBB pada 29 Januari nanti (diundur dari sebelumnya 25 Januari).

Selain korban jiwa, peningkatan besar-besaran serangan udara Rusia ke wilayah oposisi juga membuat banjir pengungsi ke perbatasan Turki, bahkan terjadi sejak awal operasi militer Vladimir Putin ke Suriah. |SOHR/MMS)|Risalah|

back to top