Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Statistik menakutkan wabah Ebola 2014

Statistik menakutkan wabah Ebola 2014
Afrika Barat-KoPi- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 4.033 orang telah tewas sejauh ini dan 8.399 dugaan kasus baru. Angka ini bisa jauh lebih tinggi jika kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporan penyakit. Berikut adalah Statistik pertumbuhan virus Ebola: 

Pertumbuhan Ebola diluar kendali 

Biru tua menunjukkan jumlah kasus yang sebenarnya, sementara biru muda adalah proyeksi selama empat minggu ke depan. 

Proyeksi pertumbuhan yang benar-benar menakutkan. Peta Kesehatan menunjukkan 8.033 kasus yang tercatat secara global pada 10 Oktober dan bisa naik menjadi 18.391 dalam empat minggu ke depan. Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengklaim kasus di Liberia tumbuh dua kali lipat setiap 15-20 hari sedangkan di Sierra Leone dua kali lipat setiap 30-40 hari. 

CDC juga memperkirakan kasus Ebola di Liberia dan Sierra Leone bisa menjadi 1,4 juta kasus dalam waktu tiga bulan ke depan. Wilayah Afrika Barat memiliki konsentrasi kasus tertinggi, meskipun penyakit ini telah dikonfirmasi telah menyebar di tujuh negara di seluruh dunia. 

Kasus di Guinea, Sierra Leone, dan Liberia paling banyak memakan  korban.

Penyebaran wabah mematikan ke beberapa negara telah dikonfirmasi sejauh ini. 

Untuk menekan jumlah kasus yang terus bertambah, WHO membagi tim medis ke dalam dua kubu: tim pertama adalah tim yang melakukan transmisi intens di wilayah seperti Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. Tim kedua adalah transmisi lokal yang berkonsentrasi dengan kasus Ebola baru di negara-negara seperti Nigeria, Senegal, Spanyol, dan Amerika Serikat. 

Akhir pekan ini AS mencatat kasus pertama mereka mengenai penularan Ebola dari manusia ke manusia setelah perawat yang merawat Thomas Eric Duncan yang meninggal karena Ebola dinyatakan positif terinfeksi.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top