Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Stategi 90-90-90, untuk membasmi HIV AIDS

Stategi 90-90-90, untuk membasmi HIV AIDS

Jogjakarta-KoPi| Pemerintah DIY tengah merapatkan koordinasi penanggulan AIDS. Pertemuan menghadirkan Dinas Kesehatan DIY, LSM AIDS, instansi kesehatan dan Bappeda.

Ketua tim monitoring evaluasi KPA DIY, dr. Bambang Sigit adanya monev upaya untuk mencapai target internasional dan nasional, penanggulan HIV AIDS.

Pencapaian target nasional dengan metode 90-90-90. Angka 90 pertama berupa target, 90% pengidap ODHA ( pengidap dewasa) dan ADHA harus menjalani tes.

Angka 90 kedua berupa prosentase 90% pengidap harus menjalani terapi pengobatan HIV AIDS. Dan 90 terakhir berupa prosentase pengidap berhasil mensupresi virus HIV AIDS.

"Dengan uji laboratorium virusnya tersupresi, virus tertekan sampai tidak terukur, ya minimal kurang dari seribu kopi," jelas dr. Bambang.

Pencapaian surpresi dapat terwujud melalui paripurnanya tahapan 90 pertama dan kedua.

Hal senada diungkapkan oleh anggota Dinas Kesehatan DIY, dr. Daryanto menegaskan dalam waktu dekat fasilitas tes HIV AIDS tersedia puskesmas. Awalnya pelayanan tes HIV hanya tersedia di rumah sakit.

"Ada strategi puskesmas di Sleman bisa melakukan fasilitas tes, nanti bisa menyusul ke Bantul dan Gunungkidul," jelas dr. Daryanto saat seminar di Aula Dinas Pariwisata DIY pada Kamis 17 Desember 2015.

Nantinya puskesmas akan menjalin rujukan dengan rumah sakit setempat. Misalnya kabupaten Sleman merujuk ke RS PKU Muhammadiyah.

Sementara terkait sarana dan prasarana penanggulan HIV AIDS, dr. Bambang mengakui meningkat setiap tahunnya. Namun kenaikan fasilitas juga berbanding lurus dengan jumlah pengidap HIV AIDS.

"Bertambahnya, fasilitas juga sama naiknya dengan jumlah pengidap. Jumlah pengidap ini perlu diperhatikan dananya," papar dr. Bambang.

Anggaran penanggulangan HIV AIDS belum tercover sepenuhnya. Harapannya pemerintah perlu memberikan keseriusan terkait dana.

"Dana ada dari APBN, APBD, ini masih belum mencukupi," pungkas dr. Bambang. |Winda Efanur FS|

back to top