Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Jogja-KoPi| Acara Pesonan pangan Nusantara yang kembali digelar di Yogyakarta  27 November 2015 -1 Desember 2016, kali ini tampak berbeda. Terlihat beberapa stand makanan asing yang memenuhi stand yang ada dalam pameran.

Dari 171 stand yang ada terdapat lebih dari 15 stand makanan asing. Stand-stand asing ini memberi warna baru dalam pameran. Stand UMKM dan makanan lokal terlihat tenggelam di antara stand-stand makanan asing, terlihat dari desain stad dan harga yang ditawarkan.

Desain stand makanan asing yang dihiasi dengan miniature dan mode modern tentu berbeda dengan desain stand-stand UMKM dan makanan lokal yang penuh dengan kesederhanaan.

Namun stand-stand UMKM dan makanan lokal optimis dapat mengalahkan stand-stand asing.

"Kami optimis dapat bersaing dengan stand-stand makanan asing, kami tidak akan takut dengan mereka, produk lokal juga memiliki keistimewaan sendiri dibanding produk asing", jelas Suci Wirastama, owner Tri Angle Brownish salah satu UMKM di Balikpapan.

Pameran yang seharusnya untuk mempromosikan pangan nusantara malah berubah menjadi ajang persaingan antar pangan nusantara dan pangan asing. Pengusaha jenis kuliner asing diberikan kebebasan dalam membuka stand di pameran ini dengan membayar uang sewa stand. Para pemilik stand makanan asing pun memanfaatkan pameran ini sebagai media promosi mereka.

"Pameran Pangan Nusantara berfungsi sebagai ajang promosi kita, untuk memperkenalkan produk kita", ujar Ailie, owner Kiddo, salah satu jenis makanan Jepang. |Frenda Yentin|

back to top