Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Stand asing mewarnai Pesona Pangan Nusantara yang ke-10

Jogja-KoPi| Acara Pesonan pangan Nusantara yang kembali digelar di Yogyakarta  27 November 2015 -1 Desember 2016, kali ini tampak berbeda. Terlihat beberapa stand makanan asing yang memenuhi stand yang ada dalam pameran.

Dari 171 stand yang ada terdapat lebih dari 15 stand makanan asing. Stand-stand asing ini memberi warna baru dalam pameran. Stand UMKM dan makanan lokal terlihat tenggelam di antara stand-stand makanan asing, terlihat dari desain stad dan harga yang ditawarkan.

Desain stand makanan asing yang dihiasi dengan miniature dan mode modern tentu berbeda dengan desain stand-stand UMKM dan makanan lokal yang penuh dengan kesederhanaan.

Namun stand-stand UMKM dan makanan lokal optimis dapat mengalahkan stand-stand asing.

"Kami optimis dapat bersaing dengan stand-stand makanan asing, kami tidak akan takut dengan mereka, produk lokal juga memiliki keistimewaan sendiri dibanding produk asing", jelas Suci Wirastama, owner Tri Angle Brownish salah satu UMKM di Balikpapan.

Pameran yang seharusnya untuk mempromosikan pangan nusantara malah berubah menjadi ajang persaingan antar pangan nusantara dan pangan asing. Pengusaha jenis kuliner asing diberikan kebebasan dalam membuka stand di pameran ini dengan membayar uang sewa stand. Para pemilik stand makanan asing pun memanfaatkan pameran ini sebagai media promosi mereka.

"Pameran Pangan Nusantara berfungsi sebagai ajang promosi kita, untuk memperkenalkan produk kita", ujar Ailie, owner Kiddo, salah satu jenis makanan Jepang. |Frenda Yentin|

back to top