Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Sri Mulyani: Aset Bank Syariah mencapai Rp. 315 Trilyun

Sri Mulyani: Aset Bank Syariah mencapai Rp. 315 Trilyun

Jogja-KoPi| Menteri Keuangan(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan peran keuangan syariah di Indonesia masih belum optimal, maka perlu ditingkatkan. Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci dalam Konferensi Internasional Keuangan Islam kedua di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta,

Rabu (23/8).

Sri Mulyani mengganggap ekonomi yang dijalankan dengan prinsip syariah sejatinya dapat membantu semua orang yang membutuhkan bantuan seperti kaum marginal dan orang miskin. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan keuangan syariah bisa membantu memerangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Perusahaan keuangan yang berbasis syariah Islam di Indonesia menurutnya kini berkembang pesat . Ia menjelaskan berdasarkan data hingga Mei 2017, industri perbankan syariah di Indonesia terdiri dari 13 bank Islam dan 21 windows bank dengan aset lebih dari Rp 315 triliun

"Jika dikelola dengan baik, aset tersebut bisa menjadi potensi sumber keuangan negara dan masyarakat untuk membiayai pembangunan dan hutang negara,"kata Sri Mulyani

Saat ini pun pemerintah sudah mengeluarkan surat (sukuk) berbasis syariah Islam. Sukuk ini berbentuk ritel dan dijual dengan harga terjangkau untuk masyarakat kelas menengah bawah.

"Uang masyarakat yang kita dapat dari sukuk ini yg dipakai untuk membiayai pembangunan," jelas Sri Mulyani.

Oleh karenanya ia pun mendorong pelaku industri ekonomi syariah untuk lebih inovatif dan gencar mempromosikan alat-alat perbankan syariah supaya lebih dikenal masyarakat.

Ia juga berharap kedepannya masyarakat juga lebih sering menggunakan sukuk dalam hal investasi untuk membantu pembangunan nasional.

Senada dengan Menkeu, Vice Presiden Islamic Development Bank Group, Mansur Muhtar mengatakan sistem keuangan ekonomi berbasis syariah islam di dunia memerlukan perubahan mengikuti perkembangan zaman.

Diperlukan pula banyaknya inovasi dan kreatifitas dari para pelaku untuk bisa menarik minat masyarakat dalam menginvestasikan uangnya ke lembaga keuangan syariah islam. Sehingga hal ini bisa membantu pemerintah dalam hal pendanaan program pengentasan kemiskinan.

"Perlu ubah sistem dan strategi bagaimana mengopimalkan potensi dari masyarakat untuk biaya pembangunan,"kata Mansur.

Konferensi Internasional keuangan Islam kedua diadakan selama 2 hari sejak 23 Agustus sampai 24 Agustus 2017.

Konfrensi Internasional Ekonomi Syariah ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan atas kerjasama kementerian keuangan dengan Islamic research and training Institute, Islamic Development Bank group world bank (IRTI-IDBG) Komite Nasional Keuangan syariah(KNKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) World Bank dan Universitas Gadjah Mada.

Dalam acara ini akan diadakan pula forum ekonomi Islam muda yang merupakan ajang para ekonom muda menuangkan dan bertukar pikiran untuk meningkatkan peran keuangan syariah. Menkeu pun berharap agar ekonom muda dapat memberikan kontribusi pemikirannya dalam meningkatkan ekonomi keuangan syariah.
| Syidiq Syaiful Ardli

back to top