Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Sosiolog: LGBT bisa menjadi masalah sosial

Surabaya-KoPi | LGBT bisa menjadi masalah sosial dalam bentuk kejahatan seksual, kekerasan seksual dan masalah kesehatan. Demikian disampaikan oleh Dr. Tuti Budirahayu, sosiolog bidang perilaku menyimpang dari Universitas Airlangga.

Menurut Tuti, pada substansinya setiap penyimpangan selalu berkontribusi terhadap muncul masalah-masalah sosial. Ketika LGBT merupakan penyimpangan dalam masyarakat, baik secara budaya dan orientasi seksual maka masyarakat dihadapkan pada masalah-masalah sosial.

"LGBT memang bukan satu-satunya penyumbang masalah sosial karena masih banyak perilaku menyimpang lainnya. Namun berbicara tentang LGBT khususnya, kebiasaan komunitas ini sangat dekat dengan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai masalah sosial."

Doktor pakar pendidikan ini menjelaskan bahwa LGBT sebagai perilaku menyimpang yang menyebabkan masalah sosial maka dibutuhkan penanganan serius. Penanganan serius dalam bentuk regulasi maupun pendidikan seksual yang arif berdasar pada konteks keagamaan.

Ketika menjawab masalah HAM bagi kalangan LGBT, Tuti berpendapat bahwa siapapun dan orientasi seksual apapun selama itu privat maka itu adalah otonomi individu. Setiap otonomi individu dihormati oleh perundangan Indonesia. 

"Akan tetapi ketika menjadi gerakan sosial atau politik, sama halnya masalah radikalisme maka perlu ditangani oleh pemerintah melalui pencegahan dan sanksi. Tentu harus berdasar pada hukum yang adil. Artinya bisa memilah antara pilihan privat dan sebagai gerakan sosial yang terorganisir," pungkas sosiolog berkacamata ini. |Ginanjar|

back to top