Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sosialisasi mengatasi nyamuk demam berdarah dengan Wolbachia

Sosialisasi mengatasi nyamuk demam berdarah dengan Wolbachia

Jogja-KoPi| Bekti Dwiandrini, Koordinator Eliminate Dengue Projects (EDP)Pusat Kedokteran Tropis UGM mengatakan bahwa terkait Pengembangan Nyamuk Wolbachia masih memerlukan sosialisasi ke masyarakat. Kompetisi pembuatan film pendek tingkat SLTA adalah salah satu upaya tersebut.

Saat ini, pelepasan nyamuk Wolbachia yang dilakukan oleh EDP dari UGM masih berbentuk penelitian. Bekti menjelaskan sudah ada 7 kelurahan di Yogyakarta yang mencoba pelepasan nyamuk berbibit Wolbachia. Pelepasan ini merupakan langkah awal dari EDP Yogyakarta untuk memantau dampak Wolbachia dalam jangka panjang.

"Sejak pertengahan Agustus tahun lalu,baru 7 kelurahan yang kita lakukan uji coba bibit Wolbachia seperti kelurahan,Tegal Rejo,Kricak, dan sebagian kelurahan di barat Utara

Yogyakarta.Kita berharap masyarakat dapat terlindungi dari Aedes Aegypti, dan selama dua tahun ini kita akan dampak apakah ada penurunan nyamuk Aedes aegypti," jelas Bekti di Gedung Perpustakaan Daerah Grahatama, Sabtu (11/3).

Sehingga beberapa upaya mensosialisasikan juga dilakukan EDP terkait dengan pelepasan Nyamuk Wolbachia. Selain lewat sosialisasi dari kelurahan ke kelurahan, EDP bekerja sama Festival Film Pelajar Jogjakarta menggelar kompetisi pembuatan film pendek berkaitan dengan tema Demam Berdarah dan Nyamuk Wolbachia.

Bekti menekankan meski film ini berbentuk seolah kampanye untuk mengetahui kegiatan EDP lebih dalam, namun Bekti juga berharap agar Siswa dapat berperan aktif dalam mengatasi permasalahan demam berdarah.

"Tujuannya film pendek untuk memberikan kesadaran terhadap teman-teman SMA, selain bentuk sosalisasi dan kampanye film dari EDP, harapannya teman-teman mengetahui apa yang kami lakukan dan dapat menjelaskan di masyarakat," tekan Bekti.

Mengenai kompetisi ini, kompetisi film pendek tersebut diikuti oleh 15 Sekolah SMA sederajat se-Yogyakarta meliputi SMA Muhammadiyah 5, SMK berbudi Yogyakarta, SMA BOPKRI 1, SMA Negeri 3, SMK Negeri 2, MAN 1, SMA Muhamadiyah 2, SMK Piri 3, SMKN 7, SMA Ma'arif, SMK Piri 1,SMA Negeri 4, SMK Marsudi Luhur 1, SMK Muhammadiyah 1 dan SMA Negeri 10.

Equatori Prabowo selaku Media dan Komunikasi Informasi EDP Yogyakarta menjelaskan kelima belas sekolah ini dipilih karena memiliki latar belakang atau memliki kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan teater, media audio-visual, dan perfilman. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top