Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Sopir taxi konvensional protes, minta taxi online dilarang di Yogyakarta

Sopir taxi konvensional protes, minta taxi online dilarang di Yogyakarta

Jogja-KoPi| Paguyuban taksi Resmi Yogyakarta mengadakan aksi menolak taksi online plat hitam di depan kantor Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (3/5).

Rudi, Koordinator umum aksi mengatakan kehadiran taksi plat hitam di Yogyakarta sudah meresahkan para pengemudi taksi plat kuning. "Kehadiran taksi online plat hitam sudah meresahkan kita, tidak ada aturan untuk mereka dan mereka bisa mengambil penumpang dengan bebas," tambahnya.

Kehadiran taksi online plat hitam sendiri telah membuat penghasilan taksi resmi Yogyakarta berkurang hingga 90 persen. "Penghasilan kami berkurang hingga 90 persen. Saat ini penghasilan maksimal kita hanya 200 ribu per hari, kadang hanya 90 ribu," kata Rudi.

Sedangkan, jumlah taksi online plat hitam di Yogyakarta menurut Rudi sudah mencapai 3000-an tanpa ada batasan dari pemerintah.

"Jumlah taksi online plat hitam sudah mencapai 3000-an, tapi tidak ada batasan. Sedangkan kami jumlahnya dibatasi," ujar Rudi.

Rudi juga menyebutkan bahwa taksi online plat hitam melanggar UU lalu lintas No 22 Tahun 2009, bahwa untuk mobile angkutan penumpang wajib berplat nomor warna kuning.

"Plat hitam sudah melanggar UU lalu lintas No 22 Tahun 2009, harusnya plat kuning yang boleh beroperasi," tambahnya.

Untuk itu Paguyuban taksi Resmi Yogyakarta meminta pemerintah menghentikan taksi online plat hitam dan meminta pemerintah menegakkan UU lalu lintas No 22 Tahun 2009 serta meminta Gubernur untuk menerbitkan PERGUB tentang Penyelenggaraan Angkutan Umum tidak dalam trayek dengan aplikasi berbasis teknologi informasi di DIY.

back to top