Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Sopir angkot tak tahu detail rencana AMC

Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya
SURABAYA – KoPi | Salah satu pelaku yang terkena dampak implementasi angkutan massal cepat (AMC) yang akan diterapkan di Surabaya adalah sopir angkot. Mereka ini nantinya akan menjalankan roda transportasi massal yang rencana ground breaking-nya akan dimulai pada tahun ini. Secara otomatis, mereka harus mengetahui seluk-beluk transportasi massal tersebut.

Sayangnya, hal itu belum disosialisasikan secara detail sampai ke tingkat terbawah. Salah satu sopir angkot T2 jurusan Joyoboyo-Mulyorejo-Kenjeran mengaku kalau dirinya belum tahu pasti rencana Pemkot Surabaya itu. Padahal, salah satu rute yang akan dilalui oleh AMC berwujud monorel tersebut adalah Lakarsantri di Surabaya Barat hingga Pantai Kenjeran di Surabaya Timur.

“Saya belum tahu wacana detail tentang rencana monorel-trem itu, mbak. Saya sendiri juga tidak pernah ikut rapat baik dengan Pemkot maupun Organda. Yang ikut dari kami hanya ketua trayeknya,” ujar Nur Hasyim.

Sejauh ini, dirinya hanya mengetahui bahwa angkutan umum yang sekarang sedang beroperasi akan dibeli oleh Pemkot Surabaya. Sedangkan, para sopir yang layak akan dipekerjakan sebagai operator transportasi massal, seperti sopir.
“Saya masih bingung dengan wacana tersebut, antara ikut Pemkot Surabaya atau harus usaha sendiri. Pemkot ini juga mau membeli angkot tapi saya tidak tahu detail harganya,” tutur sopir T2 itu.| Defrina S.S.

back to top