Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Sopir angkot tak tahu detail rencana AMC

Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya Konsep monorel yang diusung Bappeko Surabaya
SURABAYA – KoPi | Salah satu pelaku yang terkena dampak implementasi angkutan massal cepat (AMC) yang akan diterapkan di Surabaya adalah sopir angkot. Mereka ini nantinya akan menjalankan roda transportasi massal yang rencana ground breaking-nya akan dimulai pada tahun ini. Secara otomatis, mereka harus mengetahui seluk-beluk transportasi massal tersebut.

Sayangnya, hal itu belum disosialisasikan secara detail sampai ke tingkat terbawah. Salah satu sopir angkot T2 jurusan Joyoboyo-Mulyorejo-Kenjeran mengaku kalau dirinya belum tahu pasti rencana Pemkot Surabaya itu. Padahal, salah satu rute yang akan dilalui oleh AMC berwujud monorel tersebut adalah Lakarsantri di Surabaya Barat hingga Pantai Kenjeran di Surabaya Timur.

“Saya belum tahu wacana detail tentang rencana monorel-trem itu, mbak. Saya sendiri juga tidak pernah ikut rapat baik dengan Pemkot maupun Organda. Yang ikut dari kami hanya ketua trayeknya,” ujar Nur Hasyim.

Sejauh ini, dirinya hanya mengetahui bahwa angkutan umum yang sekarang sedang beroperasi akan dibeli oleh Pemkot Surabaya. Sedangkan, para sopir yang layak akan dipekerjakan sebagai operator transportasi massal, seperti sopir.
“Saya masih bingung dengan wacana tersebut, antara ikut Pemkot Surabaya atau harus usaha sendiri. Pemkot ini juga mau membeli angkot tapi saya tidak tahu detail harganya,” tutur sopir T2 itu.| Defrina S.S.

back to top