Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogya tuntut penuntasan kasus Salim Kancil

Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogya tuntut penuntasan kasus Salim Kancil

Jogjakarta-KoPi| Peristiwa terbunuhnya aktivis sekaligus petani Lumajang menyulut amarah para aktivis lainnya seperti di Jogjakarta. Salah satunya aksi dari Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogjakarta (SGMY). Mereka menggelar aksi penuntasan kasus pembunuhan petani "Salim Kancil" asal Lumajang di pertigaan UIN Sunan Kalijaga (30/9) pukul 14.00 WIB.

Menurut koordinator aksi Syamsul Ariska aksi tersebut sekaligus menjadi refleksi peristiwa G/30/S/PKI.Peristiwa G/30/S/PKI masih menyisakan luka bagi masyarakat. Hampir setengah juta rakyat Indonesia menjadi korban PKI. Bagi SGYJ , hingga kini rentetan panjang kejahatan kemanusiaan tersebut masih terus berlangsung.

"Penganiayaan ini masih terulang kembali, rentetan sejarah pelanggaran HAM dan pembangunan atas nama pembangunan terus terjadi," jelas Syamsul di sela aksi.

Syamsul menegaskan harkat dan martabat rakyat Indonesia sudah diinjak-injak atas nama pembangunan. Aksi ini secara tegas mengecam segala praktek pembangunan yang menindas masyarakat bawah.

"Kami menuntut pemerintah menutup pertambangan liar maupun merusak sistem ekologi," tambahnya.

Solidaritas juga menuntut ketegasan kepolisian untuk mengusut dalang intelektual di balik pembunuhan Salim Kancil. Mereka juga mendesak Komnas HAM segera melakukan investigasi.Dalam aksi ini, massa sempat melakukan sholat ghaib bersama untuk Salim Kancil. |Winda Efanur FS|

back to top