Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogya tuntut penuntasan kasus Salim Kancil

Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogya tuntut penuntasan kasus Salim Kancil

Jogjakarta-KoPi| Peristiwa terbunuhnya aktivis sekaligus petani Lumajang menyulut amarah para aktivis lainnya seperti di Jogjakarta. Salah satunya aksi dari Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogjakarta (SGMY). Mereka menggelar aksi penuntasan kasus pembunuhan petani "Salim Kancil" asal Lumajang di pertigaan UIN Sunan Kalijaga (30/9) pukul 14.00 WIB.

Menurut koordinator aksi Syamsul Ariska aksi tersebut sekaligus menjadi refleksi peristiwa G/30/S/PKI.Peristiwa G/30/S/PKI masih menyisakan luka bagi masyarakat. Hampir setengah juta rakyat Indonesia menjadi korban PKI. Bagi SGYJ , hingga kini rentetan panjang kejahatan kemanusiaan tersebut masih terus berlangsung.

"Penganiayaan ini masih terulang kembali, rentetan sejarah pelanggaran HAM dan pembangunan atas nama pembangunan terus terjadi," jelas Syamsul di sela aksi.

Syamsul menegaskan harkat dan martabat rakyat Indonesia sudah diinjak-injak atas nama pembangunan. Aksi ini secara tegas mengecam segala praktek pembangunan yang menindas masyarakat bawah.

"Kami menuntut pemerintah menutup pertambangan liar maupun merusak sistem ekologi," tambahnya.

Solidaritas juga menuntut ketegasan kepolisian untuk mengusut dalang intelektual di balik pembunuhan Salim Kancil. Mereka juga mendesak Komnas HAM segera melakukan investigasi.Dalam aksi ini, massa sempat melakukan sholat ghaib bersama untuk Salim Kancil. |Winda Efanur FS|

back to top