Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogya tuntut penuntasan kasus Salim Kancil

Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogya tuntut penuntasan kasus Salim Kancil

Jogjakarta-KoPi| Peristiwa terbunuhnya aktivis sekaligus petani Lumajang menyulut amarah para aktivis lainnya seperti di Jogjakarta. Salah satunya aksi dari Solidaritas Gabungan Mahasiswa Yogjakarta (SGMY). Mereka menggelar aksi penuntasan kasus pembunuhan petani "Salim Kancil" asal Lumajang di pertigaan UIN Sunan Kalijaga (30/9) pukul 14.00 WIB.

Menurut koordinator aksi Syamsul Ariska aksi tersebut sekaligus menjadi refleksi peristiwa G/30/S/PKI.Peristiwa G/30/S/PKI masih menyisakan luka bagi masyarakat. Hampir setengah juta rakyat Indonesia menjadi korban PKI. Bagi SGYJ , hingga kini rentetan panjang kejahatan kemanusiaan tersebut masih terus berlangsung.

"Penganiayaan ini masih terulang kembali, rentetan sejarah pelanggaran HAM dan pembangunan atas nama pembangunan terus terjadi," jelas Syamsul di sela aksi.

Syamsul menegaskan harkat dan martabat rakyat Indonesia sudah diinjak-injak atas nama pembangunan. Aksi ini secara tegas mengecam segala praktek pembangunan yang menindas masyarakat bawah.

"Kami menuntut pemerintah menutup pertambangan liar maupun merusak sistem ekologi," tambahnya.

Solidaritas juga menuntut ketegasan kepolisian untuk mengusut dalang intelektual di balik pembunuhan Salim Kancil. Mereka juga mendesak Komnas HAM segera melakukan investigasi.Dalam aksi ini, massa sempat melakukan sholat ghaib bersama untuk Salim Kancil. |Winda Efanur FS|

back to top