Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Soeharto baik di mata masyarakat

Soeharto baik di mata masyarakat

Jogjakarta-KoPi| “Intinya setiap pemimpin ada kelebihan dan kekurangan, ini (Soeharto) ada beberapa orang yang tidak senang. Soeharto kepemimpinanya, sungguh bisa membuat rakyat tenteram damai, dan kerja dengan baik. Orang yang kecewa itu hal yang biasa,” demikian pendapat Dosen Pendidikan Sejarah Sanata Darma, A. Kardiyat Wiharyanto.

A. Kardiyat Wiharyanto tegas mendukung Soeharto menjadi pahlawan nasional. Masyarakat melihat jasa-jasa Soeharto di masa lalu yang hingga kini belum dilampaui oleh pemimpin setelah Soeharto. Bahkan masyarakat pun menjadi saksi dari prestasi dari Seoharto. Beberapa pencapaian Soeharto berhasil dalam bidang perjuangan memiliki kontribusi besar terhadap pembebasan Irian Barat, dan Serangan Umum 1 Maret.

“Dari perang kemerdekaan tahun 1945-1969, Soeharto paling ditakuti Belanda. Saat itu ia menjadi Komando Mandala dari batalyon. Rencana pembangunan jelas, rakyat bisa hidup nyaman,”jelas A. Kardiyat Wiharyanto saat dihubungi melalui telepon tanggal 9 November 2015.

Namun A. Kardiyat Wiharyanto tidak menampik keterlibatan Soeharto dalam persoalan HAM seperti G30S PKI yang tidak terlepas dari kondisi politik. Keterlibatan Soeharto dalam G30S PKI bentuk dari ketegasan pemimpin dalam kondisi mendamaikan kondisi negara. Toh, sejauh ini kenyataan Soeharto terlibat sebagai dalang G30S PKI belum terbukti.

“Kenyataannya juga belum jelas, ada yang bisa membutikan itu? Antara penulis yang satu dengan yang lain berbeda. Saksi mata G30S PKI dibuktikan juga sulit ini kontroversi, dan misteri. (Kasus HAM ) ini titik lemah dari Pak Harto,” tambah A. Kardiyat Wiharyanto.

Sementara Prodi Ilmu Sejarah Sanata Darma, Sanjiwan Suharso belum memiliki sikap tentang kelayakan Soeharto menjadi pahlawan nasional. Pasalnya di samping memiliki kelebihan, juga perlu mempertimbang kekurangan Soeharto.

Sanjiwan sepakat Soeharto berjasa dalam menumpas PKI dan berhasil dalam menjalankan pondasi awal pembangunan Indonesia.

Namun praktek demokrasi yang dilakukan selama 32 tahun menjadi titik lemah Soeharto. “Ini untuk ekspektasi pahlawan nasional, terlalu jauh, nah mungkin kalau pahlawan pembangunan (mungkin),” papar Sanjiwan.

Terlepas dari pertentangan para pakar mengenai Soeharto, para sepuh mencintai sosok Soeharo sebagai pemimpin yang baik. “Soeharto itu waktu dikawal pengawalnya, tetap ramah kepada masyarakat. Sama yang tua disalamin, dicium tangannya. Kami semua cinta Soeharto,”tutur warga Kemusuk, Bantul, Ngadiyem (41). |Winda Efanur FS|

back to top