Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Soal sertifikasi halal, MUI bisa kepleset..

gaulfresh.com gaulfresh.com

Jogjakarta-KoPi| Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, H. Abdul Muhaimin menghimbau Majelis Ulama Indonesia (MUI) lebih berhati-hati ketika mengeluarkan kebijakan.

Belum lama ini MUI mengeluarkan sertifikasi halal terhadap salah satu merk kerudung. MUI memandang merk kerudung telah lulus uji laboratorium tanpa bahan gelatin babi.
Pemberian sertifikasi halal tersebut diklaim menitikberatkan pada bahan pembuatan bukan pada kerudungnya.

Namun H. Abdul Muhaimin menyatalan tidak setuju dengan keluarnya sertifikasi halal tersebut. Secara terang-terangan, Kyai Muhaimin khawatir langkah MUI tersebut justru akan menjerumuskan pada sikap komersialisasi agama.

"Komersialisasi agama, kok dihalalkan kerudung bagi saya aneh," papar Kyai Muhaimin seusai diskusi Komersialisasi Air dan Hak Rakyat atas Air di University Club UGM pada Rabu, 10 Februari 2016

Pasalnya menurut Kyai Muhaimin kebijakan sertifikasi halal belum komprehensif, cenderung mengabaikan dampak sosial dan ekonomi yang terjadi.

Langkah sertifikasi MUI ini seolah mengklasifikasi antara merk kerudung yang halal dan kerudung yang tidak halal." Semestinya MUI mempertimbangkan dampak sosial yang terjadi, masak seolah yang halal cuma Zoya saja," pungkas Kyai Muhaimin. |Winda Efanur FS|

back to top