Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Soal sertifikasi halal, MUI bisa kepleset..

gaulfresh.com gaulfresh.com

Jogjakarta-KoPi| Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat, Kotagede, H. Abdul Muhaimin menghimbau Majelis Ulama Indonesia (MUI) lebih berhati-hati ketika mengeluarkan kebijakan.

Belum lama ini MUI mengeluarkan sertifikasi halal terhadap salah satu merk kerudung. MUI memandang merk kerudung telah lulus uji laboratorium tanpa bahan gelatin babi.
Pemberian sertifikasi halal tersebut diklaim menitikberatkan pada bahan pembuatan bukan pada kerudungnya.

Namun H. Abdul Muhaimin menyatalan tidak setuju dengan keluarnya sertifikasi halal tersebut. Secara terang-terangan, Kyai Muhaimin khawatir langkah MUI tersebut justru akan menjerumuskan pada sikap komersialisasi agama.

"Komersialisasi agama, kok dihalalkan kerudung bagi saya aneh," papar Kyai Muhaimin seusai diskusi Komersialisasi Air dan Hak Rakyat atas Air di University Club UGM pada Rabu, 10 Februari 2016

Pasalnya menurut Kyai Muhaimin kebijakan sertifikasi halal belum komprehensif, cenderung mengabaikan dampak sosial dan ekonomi yang terjadi.

Langkah sertifikasi MUI ini seolah mengklasifikasi antara merk kerudung yang halal dan kerudung yang tidak halal." Semestinya MUI mempertimbangkan dampak sosial yang terjadi, masak seolah yang halal cuma Zoya saja," pungkas Kyai Muhaimin. |Winda Efanur FS|

back to top