Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Soal ekonomi mikro, PR pemerintah harus lihat China

Soal ekonomi mikro, PR pemerintah harus lihat China

Yogyakarta-KoPi| Ada kaitan erat antara sektor perekonomian dengan pemerintah. pemerintah sebagai eksekutif mengeluarkan sejumlah regulasi terkait perekonomian. Salah satunya regulasi ekonomi berbasis kerakyatan. Seperti Disperindagkop DIY, perpanjangan tangan pemerintah ini aktif mengadakan pelatihan ekonomi kreatif kepada UMKM DIY.

Menurut anggota UMKM Kecamatan Mergangsan, pihak dinas rutin memberikan pelatihan industri kreatif kepada masyarakat minimal sebulan sekali.  Namun untuk dukungan modal belum optimal.

Bahkan salah satu anggota UMKM Mantrijeron, Endang menyanyangkan bantuan dana yang diajukan seringkali terkena potongan.

“Kalau dana kita ajukan dengan proposal, tapi ya dapatnya dikit. Misal kita ngajuin 10 juta nanti turunnya cuma 3 juta, itu juga dibagi untuk jumlah anggota kelompok, pemerintah harus jeli siapa yang harusnya dibantu”, papar Endang.

Bahkan anggota salah satu UMKM Kecamatan Kraton Yogyakarta, yang tidak mau disebutkan namanya mengeluh susahnya akses modal dari pemerintah.

“Pemerintah Indonesia itu banyak korupsinya. Jujur saja, dana yang dari pemerintah ini kita tahu ada dana benar sama bohong. Harusnya ada fokus manajemen ekonomi”, jelasnya.

Dia juga menambahkan untuk kondisi ekonomi saat ini Indonesia susah bangkit apalagi untuk menghadapi pasar bebas 2015.

“Kalau pemerintah bilang siap pasar bebas, tapi kita di lapangan jelas tidak siap. Dari segi kebijakan, izin, dan modal pemerintah masih sangat kurang. Kita lihat China, di sana mulai dari produksi manajemen sampai pemasarannya perhatian pemerintahnya sangat luar biasa”, pungkasnya. |Winda Efanur FS|

 

 

 

back to top