Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

SMRC: Kesalahan quick count pada IT

SMRC: Kesalahan quick count pada IT

Jakarta-Kopi. Polemik tentang akurasi dan validitas lembaga survey yang menjalankan aktivitas quick count (QC) masih berlanjut. Setiap lembaga survey mendapatkan keharusan mengklarifikasi aspek metodenya secara ilmiah. Salah satu lembaga survey tersebut adalah SMRC yang melakukan klarifikasi.

Klarifikasi metode DC Pilpres 2014 oleh SMRC disampaikan oleh Direktur Risetnya, Dr. Djayadi Hanan melalui situs mereka, sebagai berikut:

Beberapa saat setelah SMRC mengumumkan hasil hitung cepat (quick count), beberapa orang yang mengakses dan menyimak tayangan grafik hitung cepat SMRC mempertanyakan seputar stabiltas suara yang dianggap tidak konsisten alias mengalami perubahan pola. Inkonsistensi pada grafik ini menimbulkan kebingungan dan sejumlah pertanyaan (juga kecurigaan) terhadap metode dan cara kerja SMRC.

Informasi seputar inkonsistensi grafik SMRC itu pun menyebar dengan cepat dan dibumbui berbagai macam penjelasan yang intinya ingin mendelegitimasi cara kerja dan metodologi hitung cepat SMRC. Untuk itulah, tim riset SMRC menuliskan makalah panjang ini, sebagai keterangan tentang metodologi yang digunakan SMRC dan penjelasan tentang persoalan stabilitas suara yang sempat menghebohkan itu.

Intinya, makalah itu menjelaskan bahwa masalah grafik stabilitas dalam hitung cepat SMRC disebabkan oleh kesalahan dari sisi algoritma dan pemrograman IT, bukan karena intervensi manual. Dan yang paling penting, masalah grafik stabilitas tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap proses penghitungan total perolehan suara calon maupun penghitungan statistik-statistik lainnya. Hal ini dikarenakan grafik stabilitas dibuat melalui proses yang terpisah dari penghitungan statistik yang lain.

Sumber: http://www.saifulmujani.com/

 

 

 

back to top