Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

SKPD DIY : Kantor Bebas Rokok

SKPD DIY : Kantor Bebas Rokok

Yogyakarta-KoPi (4/6), Satuan Kerja Perangkat Daerah Yogyakarta menyelenggarakan  acara bertajuk Sarasehan SKPD dalam Rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei. Acara tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei 2014 lalu.

Acara tersebut mengangkat tema “SKPD Selaku Role Model Gaya Hidup Sehat“ bertempat di ruang utama lantai dua Balai kota Yogyakarta. Pembicara Irsad Andi Arso, bagian kardiologi dari fakultas kedokteran UGM SMF jantung RSUP Dr. Sarjito, Yogyakarta.

Pada kesempatan tersebut Irsad menyampaikan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit jantung koroner. Yang mana peneyebab utamanya berasal dari asap rokok yang dihirup masyarakat.

Data dari Dinas Kesehatan Yogyakarta menyebutkan Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dalam jumlah perokok terbanyak setelah Cina dan India (WHO.2008). Jumlah koraban yang meninggal karena asap rokok sebanyak 200.000 orang per tahun (barber S, 2008). Sebanyak 70 % diantaranya adalah usia di bawah 15 tahun (Pradono, 2002).

Keprihatinan terhadap fakta di atas mendorong jajaran SKPD Yogyakarta menggalakan lingkungan bebas asap rokok. Seperti diungkap oleh kepala bidang promosi pengembangan dan sistem informasi, Tri Mardoyo, SKM. Saat ini jajaran pemerintah memberlakukan peraturan bebas asap rokok di kantor.

“Pemberlakuan peraturan itu meliputi kantor kelurahan, kantor kecamatan, RW-RW bahkan bila kami mengadakan acara juga harus nihil dari sponsor rokok. Melalui ini kami melakukan terobosan agar mendorong masyarakat berhenti merokok ”. ucap Tri.

Disadari oleh Tri, menyetop perilaku merokok bagi masyarakat Indonesia bukanlah hal mudah. Di Thailand sudah menberlakukan peraturan ketat tentang penjualan rokok.

Kampanye tegas anti asap rokok terus gencar dilakukan. Salah satunya degan bekerjasama dengan kementrian agama. Pemberian informasi mengenai bahaya rokok. Setidaknya ada 100 tempat ibadah yang ditargetkan oleh SKPD Yogyakarta.

Reporter : WInda Efanur FS

 

 

 

back to top