Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Siswa inklusi-pun juga ikut UN

Siswa inklusi-pun juga ikut UN

Yogyakarta-KoPi, Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat serentak akan dilaksanakan senin, 14 April mendatang. Bukan hanya siswa yang sehat secara jasmani, siswa yang berkebutuhan khusus (inklusi, red) juga turut mengikuti UN.

Seperti di Yogyakarta, terdapat 12 siswa inklusi tingkat SMA, terdiri dari siswa SMK tujuh orang, dan siswa SMA berjumlah lima orang. “Terdapat siswa SMA inklusi berjumlah lima orang, dan siswa SMK berjumlah tujuh orang," ungkap Rachmad, panitia UN DIY, (11/04).


Meskipun terdapat siswa inklusi yang akan mengikuti UN senin besok, tetapi sebenarnya kalaupun mereka (siswa inklusi, red) tidak mengikuti UN-pun tidak menjadi masalah. Nantinya mereka akan akan mendapatkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah menamatkan sekolahnya.


“Sebenarnya untuk anak inklusi, misalnya dia mau menamatkan kelas tanpa Ujian Nasional tidak pa-pa. Nanti ada Surat Tanda Tamat Belajar, tentu bukan surat kelulusan. Tapi anak-anak ini ingin tetap ujian, poko’e melu (yang penting ikut, red) dan kita tetap siapkan," terang Edi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada koranopini.com di Kantor Humas Pemkot Yogya.


Pendamping Khusus
Pelaksanaan UN bagi kalangan siswa inklusi juga akan mendapat pendampingan khusus, yakni seorang Guru Pendamping Khusus (GPK). Karena terdapat siswa yang berkebutuhan khusus tidak mungkin mengerjakan soal tanpa guru pendamping, seperti siswa tuna netra. Maka GPK ini diperuntukan untuk mempermudah siswa tersebut dalam mengerjakan soal.


Demikian juga yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, ia menuturkan bahwa siswa berkebutuhan khusus berhak mendapatskan GPK. Karena sangat mungkin siswa tersebut tidak memahami soal, dan lebih faham bila soal tersebut diterangkan oleh GPK.

 


Reporter: Usman Hadi

back to top