Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Siswa inklusi-pun juga ikut UN

Siswa inklusi-pun juga ikut UN

Yogyakarta-KoPi, Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat serentak akan dilaksanakan senin, 14 April mendatang. Bukan hanya siswa yang sehat secara jasmani, siswa yang berkebutuhan khusus (inklusi, red) juga turut mengikuti UN.

Seperti di Yogyakarta, terdapat 12 siswa inklusi tingkat SMA, terdiri dari siswa SMK tujuh orang, dan siswa SMA berjumlah lima orang. “Terdapat siswa SMA inklusi berjumlah lima orang, dan siswa SMK berjumlah tujuh orang," ungkap Rachmad, panitia UN DIY, (11/04).


Meskipun terdapat siswa inklusi yang akan mengikuti UN senin besok, tetapi sebenarnya kalaupun mereka (siswa inklusi, red) tidak mengikuti UN-pun tidak menjadi masalah. Nantinya mereka akan akan mendapatkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah menamatkan sekolahnya.


“Sebenarnya untuk anak inklusi, misalnya dia mau menamatkan kelas tanpa Ujian Nasional tidak pa-pa. Nanti ada Surat Tanda Tamat Belajar, tentu bukan surat kelulusan. Tapi anak-anak ini ingin tetap ujian, poko’e melu (yang penting ikut, red) dan kita tetap siapkan," terang Edi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta pada koranopini.com di Kantor Humas Pemkot Yogya.


Pendamping Khusus
Pelaksanaan UN bagi kalangan siswa inklusi juga akan mendapat pendampingan khusus, yakni seorang Guru Pendamping Khusus (GPK). Karena terdapat siswa yang berkebutuhan khusus tidak mungkin mengerjakan soal tanpa guru pendamping, seperti siswa tuna netra. Maka GPK ini diperuntukan untuk mempermudah siswa tersebut dalam mengerjakan soal.


Demikian juga yang dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, ia menuturkan bahwa siswa berkebutuhan khusus berhak mendapatskan GPK. Karena sangat mungkin siswa tersebut tidak memahami soal, dan lebih faham bila soal tersebut diterangkan oleh GPK.

 


Reporter: Usman Hadi

back to top