Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Siput penyembuh luka

Siput penyembuh luka

KoPi| Obat hasil percobaan yang terbuat dari bisa siput telah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan dalam mengobati luka yang kaku dan memunculkan harapan akan terciptanya obat non-adiktif.

Obat yang belum dicoba dipergunakan pada manusia ini dinilai 100 kali lebih manjur dari pada morphin atau gabapetin, yang akhir-akhir ini dianggap sebagai obat standar tertinggi untuk pengobatan luka saraf yang kronis.

Kandungan aktif, conotoxin, didapat dari siput pemakan daging yang biasanya hidup di kawasan barat Samudera Hindia dan Samudra Pasifik.

Protein kecil yang didapat dari bisa siput ini membentuk dasar dari lima senyawa eksperimental, papar pemimpin peneliti, David Craik, dari Universitas Queensland, Australia.

Penelitian awal menggunakan salah satu senyawa baru tersebut pada tikus laboratorium menunjukkan “hasil yang signifikan dalam mengurangi rasa sakit”. Pernyataan ini dilansir sesaat sebelum presentasi Craik dalam pertemuan American Chemical Society di Dallas, Texas.

Bisa hewan adalah racun yang dapat menghentikan saluran tertentu dalam sistem saraf, dan memiliki cara kerja yang berbeda dari penghilang rasa sakit opioid seperti morphin dan hydrocodone, yang menimbulkan resiko kecanduan dan kematian karena overdosis.

“Kami belum mengetahui efek samping yang ditimbulkan, karena obat ini belum dicoba dipergunakan ke tubuh manusia. Tetapi menurut kami obat ini aman,” ujar Craik, seraya menambahkan bahwa percobaan pada manusia setidaknya membutuhkan waktu dua tahun. |new.com.au|Ana PS|

back to top