Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Siput penyembuh luka

Siput penyembuh luka

KoPi| Obat hasil percobaan yang terbuat dari bisa siput telah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan dalam mengobati luka yang kaku dan memunculkan harapan akan terciptanya obat non-adiktif.

Obat yang belum dicoba dipergunakan pada manusia ini dinilai 100 kali lebih manjur dari pada morphin atau gabapetin, yang akhir-akhir ini dianggap sebagai obat standar tertinggi untuk pengobatan luka saraf yang kronis.

Kandungan aktif, conotoxin, didapat dari siput pemakan daging yang biasanya hidup di kawasan barat Samudera Hindia dan Samudra Pasifik.

Protein kecil yang didapat dari bisa siput ini membentuk dasar dari lima senyawa eksperimental, papar pemimpin peneliti, David Craik, dari Universitas Queensland, Australia.

Penelitian awal menggunakan salah satu senyawa baru tersebut pada tikus laboratorium menunjukkan “hasil yang signifikan dalam mengurangi rasa sakit”. Pernyataan ini dilansir sesaat sebelum presentasi Craik dalam pertemuan American Chemical Society di Dallas, Texas.

Bisa hewan adalah racun yang dapat menghentikan saluran tertentu dalam sistem saraf, dan memiliki cara kerja yang berbeda dari penghilang rasa sakit opioid seperti morphin dan hydrocodone, yang menimbulkan resiko kecanduan dan kematian karena overdosis.

“Kami belum mengetahui efek samping yang ditimbulkan, karena obat ini belum dicoba dipergunakan ke tubuh manusia. Tetapi menurut kami obat ini aman,” ujar Craik, seraya menambahkan bahwa percobaan pada manusia setidaknya membutuhkan waktu dua tahun. |new.com.au|Ana PS|

back to top