Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Inggris-KoPi, Shakespeare harus ada dalam “inti sistem pendidikan Inggris”. Hal ini berdasarkan pernyataan aktor ternama, Simon Callow, yang mengungkapkan bahwa karya-karya penyair mengajarkan “pelajaran hidup dasar seperti empati dan bagaimana sejatinya fungsi manusia”.

Callow rencananya akan kembali dengan drama kritisnya yang berjudul Being Shakespeare yang merangkum perjalanan hidup dramawan kenamaan tersebut beserta sejumlah karakter terkenal dan waktu yang mengkisahkan perjalanannya.


Dirinya menyebut Shakespeare sebagai “alat didik yang paling utama. Anda berada dalam suatu keadaan dimana anda mengaktifkan kinerja otak dengan cara yang positif dan praktis. Ini adalah cara yang digunakan untuk menghasilkan karya seni yang hebat.”


Pernyataan Callow ini senada dengan pernyataan Gregory Doran, direktur artistik Royal Shakespeare Company beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa anak-anak yang berumur lima tahun harus diarahkan untuk mempelajari Shakespeare. Doran menemui Sekretaris Pendidikan, Michael Gove, meminta lebih banyak “Shakespeare” untuk diajarkan di sekolah.


Callow menyatakan bahwa dirinya mendukung gerakan Doran. “Ini adalah keberuntungan yang sangat luar biasa dimana kita mendapati bahwa bakat bangsa kita ialah menjadi dramawan,” ujarnya. “Hal ini membuat kita lebih mudah untuk menelusuri simpangan antara manusia dan apa yang membuat mereka lebih tergerak pada drama daripada seni atau puisi. Shakespeare adalah anugerah.”


Callow menambahkan:”Bermain menjadi orang lain itu sangat memberikan pelajaran. Hal ini membuat anda keluar dari prisma pribadi anda dan mengajarkan anda sikap empati. Disini, anda harus memikirkan orang lain.”

 



(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent



back to top