Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Simon Callow minta lebih banyak ajarkan “Shakespeare” di sekolah

Inggris-KoPi, Shakespeare harus ada dalam “inti sistem pendidikan Inggris”. Hal ini berdasarkan pernyataan aktor ternama, Simon Callow, yang mengungkapkan bahwa karya-karya penyair mengajarkan “pelajaran hidup dasar seperti empati dan bagaimana sejatinya fungsi manusia”.

Callow rencananya akan kembali dengan drama kritisnya yang berjudul Being Shakespeare yang merangkum perjalanan hidup dramawan kenamaan tersebut beserta sejumlah karakter terkenal dan waktu yang mengkisahkan perjalanannya.


Dirinya menyebut Shakespeare sebagai “alat didik yang paling utama. Anda berada dalam suatu keadaan dimana anda mengaktifkan kinerja otak dengan cara yang positif dan praktis. Ini adalah cara yang digunakan untuk menghasilkan karya seni yang hebat.”


Pernyataan Callow ini senada dengan pernyataan Gregory Doran, direktur artistik Royal Shakespeare Company beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa anak-anak yang berumur lima tahun harus diarahkan untuk mempelajari Shakespeare. Doran menemui Sekretaris Pendidikan, Michael Gove, meminta lebih banyak “Shakespeare” untuk diajarkan di sekolah.


Callow menyatakan bahwa dirinya mendukung gerakan Doran. “Ini adalah keberuntungan yang sangat luar biasa dimana kita mendapati bahwa bakat bangsa kita ialah menjadi dramawan,” ujarnya. “Hal ini membuat kita lebih mudah untuk menelusuri simpangan antara manusia dan apa yang membuat mereka lebih tergerak pada drama daripada seni atau puisi. Shakespeare adalah anugerah.”


Callow menambahkan:”Bermain menjadi orang lain itu sangat memberikan pelajaran. Hal ini membuat anda keluar dari prisma pribadi anda dan mengajarkan anda sikap empati. Disini, anda harus memikirkan orang lain.”

 



(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent



back to top