Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sidang pertama tahun 2016, DPRD Jatim akan fokuskan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja

Sidang pertama tahun 2016, DPRD Jatim akan fokuskan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja
Surabaya-KoPi| Tahun 2016 ini ditandai dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Demi melindungi tenaga kerja lokal dari serbuan tenaga kerja asing, DPRD Jawa Timur akan memprioritaskan pembahasan Raperda tentang Perlindungan Tenaga Kerja pada sidang pertama 2016.

Wakil Ketua Komisi DPRD Provinsi Jawa Timur Suli Daim mengatakan, saat ini Jawa Timur belum memiliki regulasi yang melindungi tenaga kerja lokal. "Karenanya, aturan mengenai perlindungan tenaga kerja harus segera dibuat. Jika tidak, tenaga kerja lokal hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri," tegasnya.

Suli menyebutkan, saat ini jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Jawa Timur sudah mencapai 14 ribu orang. Di sisi lain, ada kekhawatiran pada tahun 2016 ini akan semakin banyak PHK karena banyak pengusaha yang melakukan efisiensi setelah kenaikan UMK.

"Pengusaha juga mengancam akan mempekerjakan tenaga kerja asing, khususnya dari China, karena mereka mau digaji di bawah UMK. Kalau tidak ada regulasi tegas, kami khawatir Jatim akan diserbu tenaga kerja asing," ungkap politisi asal Fraksi PAN tersebut.

Sebenarnya, MEA mengatur bahwa hanya tenaga kerja asing dari 8 sektor yang bisa bebas bekerja di negara-negara ASEAN. Delapan sektor tersebut adalah akuntansi, teknik, survei, arsitektur, keperawatan, kesehatan, perawatan gigi, dan pariwisata. 

"Namun, faktanya masih banyak perusahaan yang merekrut tenaga kerja asing di luar sektor tersebut. Karena itu kami akan minta Disnakertransduk Jatim untuk membuat laporan terkait kualifikasi tenaga kerja asing,"ucap Suli.

back to top