Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Si Putih, simpanan Jokowi

foto:www.shutterstock.com foto:www.shutterstock.com
KoPi. Adalah hal yang harus diperhatikan oleh seluruh rakyat Indonesia, tentang Si Putih yang menjadi 'simpanan' Joko "Jokowi" Widodo, presiden Republik Indonesia. Apa makna dari warna putih yang seolah menjadi bagian tak terpisahkan dalam perilaku politik Jokowi selama ini.

Novri Susan, sosiolog pakar branding dari Universitas Airlangga, menuliskan analisisnya tentang simbol warna putih dari baju presiden asal Kota Solo tersebut. Melalui akun webnya novrisusan.com, Novri membedah makna tersebut. Berikut adalah analisisnya:  

Pengumuman calon menteri kabinet kerja Joko Widodo pada hari Ahad (26/10/14) menggunakan kemeja warna putih. Para menteri mengambil baju warna putih tersebut di istana sebelum acara dimulai pada sore hari. Mengapa warna putih dipilih, sebagaimana Presiden Jokowi selama ini mengenakannya pada banyak kesempatan?

Jokowi lahir dalam konteks kebudayaan Jawa dan Islam yang menggunakan unsur-unsur simbol  dalam interaksi dan komunikasi sosial. Warna merupakan bagian dari unsur simbol citra (image visualization). Simbol warna tampaknya menjadi cara Jokowi mengirimkan pesan kepada publik agar diberi makna.

Ada makna harapan, tentu saja, dari Jokowi dari warna yang melekat pada setiap praktik keseharian dan interaksinya dengan subyek individu lain, baik pada negosiasi politik, blusukan, mengorganisasi kepemerintahan, pidato sampai keseharian bersama keluarga. Warna itu putih, melekat pada praktik keseharian Jokowi.

Jawa dan Islam

Putih sebagai simbol visual adalah representasi dari makna harapan Jokowi, keinginan, dan pemosisian terhadap dunia yang dihadapi. Pada akar peradaban Jawa, terutama Mataraman, putih merupakan intisari kehidupan yang bersifat bersih, semangat, dan karenanya menolak kejahatan.

Misal, Kraton Surakarta menggunakan warna putih sebagai bentuk penolakan terhadap yang jahat, tidak baik, dan merusak. Oleh karenanya warna putih sering menjadi warna para sunan dan ksatria. Pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I di Yogyakarta pun putih dijadikan warna dasar ageman (pakaian) para ksatria. Terutama pasukan Wirabraja unsur putih pada seragamnya adalah keteguhan membela kebenaran (Tuhan).

Masyarakat Jawa menggunakan warna putih pada upacara-upacara spiritual dengan penggunaan kelapa atau parutan kelapa. Maka kesadaran kolektif masyarakat Jawa di mana Jokowi lahir dan besar menggunakan warna putih pada momen penting untuk mengatakan:

"Penolakan terhadap kejahatan, menghamba pada kebenaran, ketundukan pada Yang Maha Kuasa, keterbukaan atau inklusif dan kebersamaan dalam kebaikan (gotong royong)"

Islam tentu tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Jawa, dan Indonesia, terutama pengaruh fundamentalnya terhadap penggunaan simbol-simbol warna. Nabi Muhammad menggunakan warna putih dalam setiap aktivitas keseharian terutama pada ibadah-ibadah suci. Bahkan, perang Jihad menegakkan agama Allah pun Nabi menggunakan warna putih.

Sikap politik

Sikap (sosial-politik) secara sosiologis adalah proses kesadaran individu mempertahankan dan memperjuangkan segenap keyakinan pengetahuannya (ideologi) terhadap lingkungan atau subyek individu lain. Unsur simbol warna putih yang sering melekat pada komunikasi Jokowi merupakan ujung tombak sikap tersebut.

Apa sikap politik Jokowi berdasar pada simbol warna putih?

Dia menolak terhadap kejahatan, memilih menghamba pada kebenaran, ketundukan pada Yang Maha Kuasa, inklusif dan bergotong royong membangun kebaikan-kebaikan. Tentu saja makna harapan dari Jokowi tersebut adalah level niat, atau visi subyektif. Cara Jokowi menafsirkan 'yang benar' 'yang baik' atau 'yang jahat' dibentuk oleh sumber pengetahuannya tentang agama, kemanusiaan, dan konsep kekuasaan.

Namun paling tidak, Jokowi meniatkan makna mendasar bahwa berpolitik haruslah memuat makna-makna dari warna putih tersebut. Begitu pun ketika para Kabinet Kerja diumumkan untuk masyarakat luas, makna harapan tersebut adalah para menteri yang bekerja melawan kejahatan, menghamba pada kebenaran, inklusif, dan kebersamaan dalam kebaikan.

Nah sobats, demikian masakan saya tentang makna dari simbol putih dalam praktik politik Jokowi. Apakah kinerja pemerintahan dan kabinet Jokowi sesuai dengan simbol politiknya yang putih tersebut? Kita akan melihatnya beberapa waktu ke depan. -Sang Chef- (Novri Susan)

back to top