Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Si jadul yang kembali nge-hits

Si jadul yang kembali nge-hits

KoPi, Pas di saku, baterai yang tahan hingga satu minggu dan hampir tak bisa rusak, itulah gambaran dari produk-produk lama Nokia, Ericsson dan Motorola. Kini, produk-produk keluaran lama tersebut kembali lagi setelah para konsumen bosan dengan berbagai macam telepon pintar yang ringkih.

Lupakan sederet aplikasi yang canggih seperti video call dan ikon-ikon muka, ponsel seperti Nokia 3310 atau Motorola StarTec 130 hanya memiliki aplikasi dasar yakni layanan pesan pendek dan panggilan telepon. Namun, kini permintaan untuk kedua jenis ponsel jadul ini dan sejenisnya kian melambung dan harganya bisa mencapai 1000 euro (setara dengan 1500 dollar) untuk setiap unitnya.


“Beberapa orang tak silau dengan harganya, kami punya model ponsel yang harganya bahkan lebih dari 1000 euro. Harga yang tinggi ini karena tingkat kesulitan menemukan model-model ponsel tersebut yang diproduksi dengan jumlah terbatas kala itu,” papar Djassem Haddad, pemilik situs vintagemobile.fr.


Menurutnya, model ponsel yang paling banyak dicari lewat website adalah Nokia 8210, dengan layar monochrome yang tipis dan tombol plastik yang dijual dengan harga 90 dollar. Ironisnya, tren ini baru saja mulai saat industry telekomunikasi sudah membuang perangkat pelengkap ponsel-ponsel tersebut ke tempat sampah, dan mulai mengedarkan telepon pintar sebagai gantinya.


Sebagai contohnya, perusahaan raksasa asal Finlandia, Nokia, yang merupakan perusahaan mobile phone terbesar sebelum kemunculan Apple iPhone dan Samsung Galaxy, sudah menyerahkan divisi perangkat pelengkap ponsel buatan mereka kepada Microsoft tahun ini untuk menguasai peredaran telepon pintar.


Meskipun begitu, mungkin ini memang sudah menjadi pergantian yang tak dapat dirubah lagi terhadap penggunaan telepon pintar yang pada akhirnya membuat ponsel model lama menjadi semakin naik lagi eksistensinya.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au

 
 

back to top