Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Si jadul yang kembali nge-hits

Si jadul yang kembali nge-hits

KoPi, Pas di saku, baterai yang tahan hingga satu minggu dan hampir tak bisa rusak, itulah gambaran dari produk-produk lama Nokia, Ericsson dan Motorola. Kini, produk-produk keluaran lama tersebut kembali lagi setelah para konsumen bosan dengan berbagai macam telepon pintar yang ringkih.

Lupakan sederet aplikasi yang canggih seperti video call dan ikon-ikon muka, ponsel seperti Nokia 3310 atau Motorola StarTec 130 hanya memiliki aplikasi dasar yakni layanan pesan pendek dan panggilan telepon. Namun, kini permintaan untuk kedua jenis ponsel jadul ini dan sejenisnya kian melambung dan harganya bisa mencapai 1000 euro (setara dengan 1500 dollar) untuk setiap unitnya.


“Beberapa orang tak silau dengan harganya, kami punya model ponsel yang harganya bahkan lebih dari 1000 euro. Harga yang tinggi ini karena tingkat kesulitan menemukan model-model ponsel tersebut yang diproduksi dengan jumlah terbatas kala itu,” papar Djassem Haddad, pemilik situs vintagemobile.fr.


Menurutnya, model ponsel yang paling banyak dicari lewat website adalah Nokia 8210, dengan layar monochrome yang tipis dan tombol plastik yang dijual dengan harga 90 dollar. Ironisnya, tren ini baru saja mulai saat industry telekomunikasi sudah membuang perangkat pelengkap ponsel-ponsel tersebut ke tempat sampah, dan mulai mengedarkan telepon pintar sebagai gantinya.


Sebagai contohnya, perusahaan raksasa asal Finlandia, Nokia, yang merupakan perusahaan mobile phone terbesar sebelum kemunculan Apple iPhone dan Samsung Galaxy, sudah menyerahkan divisi perangkat pelengkap ponsel buatan mereka kepada Microsoft tahun ini untuk menguasai peredaran telepon pintar.


Meskipun begitu, mungkin ini memang sudah menjadi pergantian yang tak dapat dirubah lagi terhadap penggunaan telepon pintar yang pada akhirnya membuat ponsel model lama menjadi semakin naik lagi eksistensinya.


(Ana Puspita)
Sumber: News.com.au

 
 

back to top