Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Setelah koma 17 bulan, Imam Katolik di Jawa menyatakan pindah Islam

Setelah koma 17 bulan, Imam Katolik di Jawa menyatakan pindah Islam

KoPi| Situs wolrddailynewsreport menayangkan tulisan tentang seorang Imam Katolik dari pulau Jawa setelah terbangun dari 17 bulan koma, menyatakan pindah agama menjadi Muslim. Ia meyakini Islam setelah orang itu mengklaim Allah berbicara kepadanya dan menunjukkan "keindahan langit".

Romo berusia 87 tahun dari Spanyol itu telah tinggal dan berkhotbah di pulau selama lebih dari 43 tahun dan fasih dalam bahasa Jawa dan berbagai dialek dari kelompok etnis yang berbeda pulau dan merupakan tokoh terkenal dan dihormati di antara semua kelompok agama dari daerah.

Dia mengalami serangan jantung ketika membantu relawan lokal memperbaiki atap gerejanya. Ia terjatuhdari tingkat dua. Ia berhasil bertahan dan keluar dari koma, dalam bentuk rapuh, namun lahir kembali sebagai seorang pria yang berbeda.

Imam atau Romo Katholik tersebut tidak mengalami cedera tulang belakang. Dokter yang merawatnya di Metropolitan Medical Centre Jakarta Selatan berkata, "Ini pria terkuat berusia 80 tahun yang pernah saya lihat. Tulangnya seharusnya hancur berkeping-keping".

Kepindahannya ke Islam diikuti sebagian besar pengikut gerejanya. Mereka sempat terkejut, tapi cukup menarik, sudah setengah pengikut Katholik di sana telah menunjukkan minat dalam memeluk Islam. "Jika Allah adalah Allah yang benar, saya tidak ingin disesatkan ke arah yang salah pada hari penghakiman. Saya percaya Bapa Eduardo. Kita semua percaya padanya "jelas salah satu pengikutnya.

Imam yang masih dalam perawatan medis itu telah memerintahkan pembangunan sebuah masjid baru dan pengikutnya sudah bekerja keras untuk menemukan dana yang diperlukan untuk tugas. "Kami berutang kepada Bapa Eduardo untuk semua yang telah ia lakukan bagi kita" komentar salah satu umat gereja katholik tua, yang sekarang dijual.

Namun situs berita tersebut tidak pernah mengklarifikasi kebenaran isi berita ini. Media massa di Malaysia (Utusan Malaysia) yang sempat menayangkan telah mencabut kembali. Isi berita tersebut tidak berdasar fakta dan tidak jelas redaksinya (baca: Berita iman Katolik pindah Islam, klarifikasi). Beberapa harian berbahasa Inggris juga telah mengklarifikasi bahwa berita ini tidak benar, lemah dan tidak jelas sumbernya. | sumber:http://worldnewsdailyreport.com|

back to top