Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Setelah bunuh diri, ini yang akan terjadi ...

Setelah bunuh diri, ini yang akan terjadi ...

KoPi| Bunuh diri merupakan perilaku yang muncul akibat faktor-faktor sosial dan psikologis. Pada budaya tertentu bunuh diri diperboleh sebagai bagian dari upacara pengorbanan. Artinya itu merupakan bunuh diri dari sistem kepercayaan dan budaya masyarakat. Bunuh diri juga terjadi pada individu yang mengalami depresi berat dan tidak mempercayai lagi sistem sosial di mana ia hidup.

Islam menjelaskan bahwa bunuh diri merupakan perbuatan yang sangat buruk dan masuk kategori syirik. Sebab mereka yang bunuh diri tidak lagi mempercayai jalan takdir Allah, dan lebih mempercayai apa yang ada dalam pikirannya sendiri. Padahal perbuatan syirik tidak pernah diampuni dosanya walaupun pelaku memiliki amalan-amalan baik di dunia.

Allah dalam Surat Annisa ayat 116 berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendakiNya. 

Abu Huroiroh ra., menyampaikan bahwa Nabi Muhammad bersabda, "Barang siapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukkannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; barang siapa bunuh diri dengan racun maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, makan dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang kali) ke neraka untuk selama-lamanya (HR. Muslim).

Berdasar pada Surat Annisa dan hadist tersebut di atas maka para pelaku bunuh diri tidak akan mendapatkan pengampunan dari Allah. Kecuali Allah memiliki kehendak yang manusia tidak mengetahuinya. Para hamba Allah sebaiknya memperhatikan pesan agama ini. Wallahualamu bishawab|YP| 

back to top