Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Serangan cyber militer China

Serangan cyber militer China

Hong Kong-KoPi-Sebuah lembaga keamanan di Amerika Serikat menuduh Unit Militer Kedua Cina  melakukan serangan spionase cyber terhadap perusahaan-perusahaan asing.

CrowdStrike, sebuah perusahaan keamanan AS, secara rinci membeberkan tuduhan dalam laporan panjang tentang unit Tentara Pembebasan Rakyat yang beroperasi di Shanghai.

Laporan itu muncul hanya beberapa minggu setelah Departemen Kehakiman AS menuduh lima anggota militer Cina melakukan hack ke dalam perusahaan-perusahaan Amerika. Ini merupakan bagian upaya peningkatan drama pemerintah AS untuk memerangi spionase perusahaan yang disponsori negara.

CrowdStrike yang berbasis di California , membantu perusahaan mendeteksi dan merespon ancaman cyber, mengatakan telah mengamati sekelompok hacker - dijuluki "Putter Panda" - melakukan serangan terhadap perusahaan pertahanan, satelit dan kedirgantaraan di AS, Jepang dan Eropa.

"Kampanye spionase ekonomi selama satu dekade di China sangat besar dan tak henti-hentinya," kata CEO George Kurtz CrowdStrike dalam sebuah pernyataan.

"Melalui kampanye spionase masif,  Cina menargetkan  penyerangan terhadap perusahaan dan pemerintah dalam setiap bagian dari dunia."
Sebagian besar laporan CrowdStrike berfokus pada kegiatan seorang hacker bernama "cpyy," anggota yang diduga dari kelompok militer yang disebut Satuan 61.486.

CrowdStrike menuduh bahwa unit PLA, yang beroperasi setidaknya sejak 2007, menggunakan berbagai alat untuk masuk ke komputer perusahaan, termasuk malware yang memanfaatkan program-program populer seperti Adobe Reader dan Microsoft Office.

back to top