Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Seorang wanita menjadi boneka "barbie"

Seorang wanita menjadi boneka "barbie"

Valeria Lukyanova menyatakan bahwa dirinya beralih menjadi “Breatharianism” dengan tujuan menjadi boneka hidup yang sebenarnya.

Valeria Lukyanova, 23 tahun, mengakui bahwa dirinya melakukan operasi plastik dan menggunakan Photoshop untuk mendapatkan penampilan dirinya yang mirip boneka. Tak hanya itu, ternyata pergelangan tangannya yang kurus itu juga hasil dari perilakunya yang tidak makan selama beberapa minggu.


“Beberapa minggu terakhir ini saya sama sekali tidak merasa lapar; saya berharap ini merupakan tahap terakhir sebelum saya akhirnya hanya mengandalkan udara dan cahaya untuk bertahan hidup,” paparnya.


Lukyanova menyatakan bahwa dirinya beralih menjadi “breatharianism”, paham yang meyakini bahwa makanan—mungkin juga air—tidak diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia.


Paham ini dikritisi sebagai “pengetahuan semu” yang berdasarkan laporan yang ada, banyak penganut paham tersebut meninggal karena kelaparan.


Dengan pergelangan tangannya yang ringan, rambut pirang bak platina dan tatapan yang kosong, Lukyanova dikritik oleh masyarakat internasional atas pandangan dan obsesinya untuk mencapai konsep kesempurnaan yang tidak realistis.


Pada bulan Agustus ia menjadi pusat pembicaraan Space Barbie, yang mengeksplor kehidupan dan keyakinannya yang aneh tersebut.


Dalam sebuah wawancara, Lukyanova mendeskripsikan dirinya sebagai “dosen pada mata kuliah ‘perjalanan keluar tubuh’” dan ia juga mengatakan bahwa penampilannya adalah alat untuk “mempromosikan ide spiritualnya.”


Lukyanova kini menarik sperhatian banyak situs jejaring sosial dengan lebih dari 59.000 subscriber di Youtube, lebih dari 9.500 follower di Twitter dan banyak laman Facebook yang didedikasikan untuknya.


(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

More in this category:
back to top