Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Seorang pria di Iran dihukum gantung karena ‘bid’ah’

Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014 Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014

Iran-KoPi, Seorang mantan psikologis telah dieksekusi mati di Iran setelah  8 tahun mendekap dalam tahanan, beberapa kelompok aktivis HAM mengatakan. Mereka juga khawatir akan meningkatnya penggunaan hukuman mati di Negara Republik Islam, Iran.

Mohsen Amir Aslani digantung di penjara dekat kota Karaj barat, Tehran pada 24 September 2014, karena “perubahan di bumi dan bid’ah dalam agama”, menurut HRANA (Human Rights Activists News Agency) yang berpusat di luar Iran.

Website berita dari pihak oposisi Iran mengatakan Aslani, 37, telah memberikan pelajaran agama di beberapa kelas di mana dia mempropagandakan sebuah ide baru dalam menginterpretasi Qur’an. Dia juga dituduh oleh pemerintah telah menghina Nabi Yunus.

The Iran Wire Website memberitakan bahwa di salah satu kelasnya menjelaskan kepada audiennya bahwa Nabi Yunus tidak bisa keluar dari perut ikan paus, dan pernyataan tersebut ini membuat dia dituntut karena dianggap menghina Nabi Yunus.

Ban Ki Moon, Sekjen PBB telah memberikan peringatan terhadap meningkatnya eksekusi mati di Iran. Iran adalah salah satu negara yang penggunaan eksekusi matinya tertinggi di dunia, kemudian China menduduki posisi kedua, menurut Amnesty.

Beberapa aktivis Ham dan yang lainnya khawatur terhadap orang garis keras yang menentang Presiden Hassan Rowhani dan negosiasinya dengan kekuatan Barat terkait program nuklir Iran, mendorong penggunaan hukuman mati untuk melemahkan Rowhani.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top