Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Seorang pria di Iran dihukum gantung karena ‘bid’ah’

Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014 Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014

Iran-KoPi, Seorang mantan psikologis telah dieksekusi mati di Iran setelah  8 tahun mendekap dalam tahanan, beberapa kelompok aktivis HAM mengatakan. Mereka juga khawatir akan meningkatnya penggunaan hukuman mati di Negara Republik Islam, Iran.

Mohsen Amir Aslani digantung di penjara dekat kota Karaj barat, Tehran pada 24 September 2014, karena “perubahan di bumi dan bid’ah dalam agama”, menurut HRANA (Human Rights Activists News Agency) yang berpusat di luar Iran.

Website berita dari pihak oposisi Iran mengatakan Aslani, 37, telah memberikan pelajaran agama di beberapa kelas di mana dia mempropagandakan sebuah ide baru dalam menginterpretasi Qur’an. Dia juga dituduh oleh pemerintah telah menghina Nabi Yunus.

The Iran Wire Website memberitakan bahwa di salah satu kelasnya menjelaskan kepada audiennya bahwa Nabi Yunus tidak bisa keluar dari perut ikan paus, dan pernyataan tersebut ini membuat dia dituntut karena dianggap menghina Nabi Yunus.

Ban Ki Moon, Sekjen PBB telah memberikan peringatan terhadap meningkatnya eksekusi mati di Iran. Iran adalah salah satu negara yang penggunaan eksekusi matinya tertinggi di dunia, kemudian China menduduki posisi kedua, menurut Amnesty.

Beberapa aktivis Ham dan yang lainnya khawatur terhadap orang garis keras yang menentang Presiden Hassan Rowhani dan negosiasinya dengan kekuatan Barat terkait program nuklir Iran, mendorong penggunaan hukuman mati untuk melemahkan Rowhani.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top