Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Seorang pria di Iran dihukum gantung karena ‘bid’ah’

Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014 Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014

Iran-KoPi, Seorang mantan psikologis telah dieksekusi mati di Iran setelah  8 tahun mendekap dalam tahanan, beberapa kelompok aktivis HAM mengatakan. Mereka juga khawatir akan meningkatnya penggunaan hukuman mati di Negara Republik Islam, Iran.

Mohsen Amir Aslani digantung di penjara dekat kota Karaj barat, Tehran pada 24 September 2014, karena “perubahan di bumi dan bid’ah dalam agama”, menurut HRANA (Human Rights Activists News Agency) yang berpusat di luar Iran.

Website berita dari pihak oposisi Iran mengatakan Aslani, 37, telah memberikan pelajaran agama di beberapa kelas di mana dia mempropagandakan sebuah ide baru dalam menginterpretasi Qur’an. Dia juga dituduh oleh pemerintah telah menghina Nabi Yunus.

The Iran Wire Website memberitakan bahwa di salah satu kelasnya menjelaskan kepada audiennya bahwa Nabi Yunus tidak bisa keluar dari perut ikan paus, dan pernyataan tersebut ini membuat dia dituntut karena dianggap menghina Nabi Yunus.

Ban Ki Moon, Sekjen PBB telah memberikan peringatan terhadap meningkatnya eksekusi mati di Iran. Iran adalah salah satu negara yang penggunaan eksekusi matinya tertinggi di dunia, kemudian China menduduki posisi kedua, menurut Amnesty.

Beberapa aktivis Ham dan yang lainnya khawatur terhadap orang garis keras yang menentang Presiden Hassan Rowhani dan negosiasinya dengan kekuatan Barat terkait program nuklir Iran, mendorong penggunaan hukuman mati untuk melemahkan Rowhani.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top