Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Seorang pria di Iran dihukum gantung karena ‘bid’ah’

Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014 Mohsen Amir Aslani digantung pada 24 September 2014

Iran-KoPi, Seorang mantan psikologis telah dieksekusi mati di Iran setelah  8 tahun mendekap dalam tahanan, beberapa kelompok aktivis HAM mengatakan. Mereka juga khawatir akan meningkatnya penggunaan hukuman mati di Negara Republik Islam, Iran.

Mohsen Amir Aslani digantung di penjara dekat kota Karaj barat, Tehran pada 24 September 2014, karena “perubahan di bumi dan bid’ah dalam agama”, menurut HRANA (Human Rights Activists News Agency) yang berpusat di luar Iran.

Website berita dari pihak oposisi Iran mengatakan Aslani, 37, telah memberikan pelajaran agama di beberapa kelas di mana dia mempropagandakan sebuah ide baru dalam menginterpretasi Qur’an. Dia juga dituduh oleh pemerintah telah menghina Nabi Yunus.

The Iran Wire Website memberitakan bahwa di salah satu kelasnya menjelaskan kepada audiennya bahwa Nabi Yunus tidak bisa keluar dari perut ikan paus, dan pernyataan tersebut ini membuat dia dituntut karena dianggap menghina Nabi Yunus.

Ban Ki Moon, Sekjen PBB telah memberikan peringatan terhadap meningkatnya eksekusi mati di Iran. Iran adalah salah satu negara yang penggunaan eksekusi matinya tertinggi di dunia, kemudian China menduduki posisi kedua, menurut Amnesty.

Beberapa aktivis Ham dan yang lainnya khawatur terhadap orang garis keras yang menentang Presiden Hassan Rowhani dan negosiasinya dengan kekuatan Barat terkait program nuklir Iran, mendorong penggunaan hukuman mati untuk melemahkan Rowhani.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top