Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Seni musik anklung, budaya asli Indonesia

beautiful-indonesias.blogspot.com beautiful-indonesias.blogspot.com

Indonesia adalah negara yang mempunyai kekayaan alam dan beragam suku budaya terbesar di dunia. Suku dan budaya yang ada di Indonesia sangat kuat dengan adat istiadatnya. Setiap suku mempunyai masing-masing kebudayaannya sendiri. Budaya yang harus dilestarikan membuat masyarakat selalu mengindahkan kebudayaannya dengan cara masing-masing. Suku Sunda mempunyai alat musik tradisonal yang terbuat dari bambu. Alat musik itu disebut Angklung.

Angklung dibunyikan dengan cara digoyangkan. Susunan bentuk bambu yang sudah diatur sedemikian rupa, membuat bambu tersebut mempunyai alunan nada yang indah didengar dan membuat para pendengar menjadi terpesona dengan alunan nadanya. Setiap nada yang dihasilkan selalu berbunyi dari tabungnya yang berbentuk batangan dengan setiap ruas bambu besar ataupun kecil.

Bentuk angklung yang besar maupun kecil mempunyai nada 2, 3 sampai 4 dalam setiap ukurannya. Salendro dan  pelog merupakan nada angklung yang sering didengar. Jenis bambu yang terdapat pada bagian angklung mempunyai berbagai macam bentuk dan namanya. Adapun jenis bambu ialah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih).

Pada zaman dulu angklung dimainkan untuk memikat Dewi Sri (Dewi Padi) turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur dan mengahasilkan padi yang bagus. Konon, angklung juga dulunya untuk menggambarkan gerak tubuh para pemainnya agar  angklung yang dimainkan berayun-ayun mengikuti  iringan irama yang dibunyikan. Ada yang meyakini bahwa kata angklung berasal dari klung, tiruan bunyi instrumen bambu tersebut.

Tidak hanya sebagai penyembahan Dewi Sri (Dewi Padi), namun angklung dapat berfungsi  sebagai pengunggah semangat dalam pertempuran termasuk dalam perang bubat,  karena angklung berfungsi untuk pemompa semangat rakyat. Angklung juga sempat tidak terdengar lagi namanya, dikarenakan pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat Indonesia menggunakan angklung untuk dimainkan.

Pelarangan tersebut membuat popularitas angklung menjadi menurun dan hanya dimainkan oleh anak-anak.  Walaupun hanya anak-anak saja yang memainkannya, namun masyarakat Sunda tetap memainkannya dengan mempunyai rasa bangga terhadap angklung tersebut.


Dalam membudayakan angklung, hingga dapat terkenal ke manca negara, angklung disebar  luaskan ke berbagai negara dengan menggunakan komunitas angklung Indonesia. Indonesia mempunyai visi misi agar angklung dapat terkenal dan menjadi alat musik favorit masyarakat luar.

Misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand ditandai oleh penyerahan angklung, lalu dimainkan dan angklung pun sempat buming di kalangan masyarakat Thailand. Awalnya, memang misi tersebut tidak berjalan dengan lancar karena keraguan dari pihak pemerintah Indonesia yang menganggap tidak adanya daya tarik dari angklung itu. Namun, keraguan tersebut ternyata membuahkan hasil yang baik.
Inovasi ini membuat angklung dengan leluasa bisa dimainkan harmonis dengan alat-alat musik Barat, bahkan dapat diperkenalkan dalam bentuk orkestra. Sejak saat itu pun, angklung semakin menuai popularitasnya dan angklung diakui sebagai sebuah warisan dunia yang harus dilestarikan.  Tidak hanya dilestarikan di Indonesia masyarakat luar yang mengerti akan angklung pun ikut berpartisipasi membudidayakan angklung.

back to top