Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Sengketa Kusuma Resto,LBH KITA pertanyakan pemasangan police line

Jogjakarta-KoPi| LBH KITA (Keadilan Semesta) mempertanyakan pemasangan police di areal Kusuma Resto, Gang Sartono, Mantrijeron kepada Kapolres Kota Yogyakarta.

Menurut Direktur LBH, Retna Susanti pemasangan police line di Kusuma Resto tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang jelas.

Retna mengklaim tidak seharusnya polisi memagari police line. Pasalnya pemasangan tersebut tanpa sepengetahuan pemilik tanah, Untung Waluyo (58) warga Mantrijeron.

Retna menjelaskan runtut kekusruhan Kusuma Resto. Awalnya resto makanan Eropa tersebut disewa oleh Lilik Sukesi dan pasangannya Olivier Georges Ives pada tahun 2009. Pembayaran setiap tahun berjalan normal. Namun memasuki tahun 2014. Pihak Lilik susah membayar sewa.

Untung menambahkan meskipun susah membayar namun akhirnya melunasi pada 9 Desember 2014. Hingga tanggal 24 Maret 2015 mereka tidak memperpanjang.

"Lilik bilang tidak memperpanjang akan mengosongi tempat itu, namun tidak dilakukan," papar Untung saat ditemui di Kusuma Resto, Mantrijeron pada 28 Januari 2016.

Pada 18 Agustus 2015 akhirnya Untung dan LBH KITA terpaksa menggembok Kusuma Resto. Lantaran mereka tidak pindah hingga Januari 2016 ini.

Sayangnya pihak Lilik melawan dengan melapor ke polisi.

"Tanggal 18 Agustus 2014 kita gembok, seharinya 19 Agustus 2014, mereka bawa polisi dan memasang police line," jelas Untung.

Menurut Retna pihak Polsek Mantrijeron saat dikonfirmasi tidak mengetahui pemasangan police line.

Sengketa Kusuma Resto telah berjalan hampir 10 bulan. Namun belum ada penyelesaian dari kedua pihak.

"Polisi bertindak tegas, seolah ini malah membiarkan kasus (menggantung)," pungkas Retna. |Winda Efanur FS|

back to top