Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Seleksi alam jadikan orang Eropa semakin putih

Seleksi alam jadikan orang Eropa semakin putih

KoPiPara ilmuwan menyatakan bahwa orang Eropa semakin bertambah putih karena adanya perubahan yang nyata pada DNA yang disebabkan oleh proses seleksi alam 5000 tahun yang lalu.

Sebuah tim peneliti yang beranggotakan beberapa orang ilmuwan meneliti DNA yang diambil dari kerangka kuno dan membandingkannya dengan genome orang Eropa masa kini.

Tim dari University College London dan Mainz ini menemukan perbedaan yang sangat jelas dalam gen yang dihubungkan dengan pigmentasi rambut, kulit dan mata.

Sandra Wilde, dari Mainz’s Johannes Gutenberg University menyatakan, "Manusia prasejarah Eropa di wilayah yang kami teliti ternyata lebih hitam dari keturunan mereka yang hidup di masa kini."

Bekerjasama dengan arkeolog asal Berlin dan Kiev, para ilmuwan menggunakan simulasi komputer untuk menggabungkan titik-titik antara satu data dengan data yang lain. Saat perubahan genetik tak dapat dijelaskan melalui keacakan peninggalan, para peneliti mampu mengambil kesimpulan bahwa seleksi positif tersebut memainkan peran penting.

Para peneliti melaporkan bahwa ada banyak penjelasan yang mungkin tentang penyebab perubahan ini. Profesor UCL, Mark Thomas mengatakan, "Kemungkinan yang paling jelas adalah perubahan ini merupakan hasil dari proses adaptasi pada kurangnya tingkat sinar matahari di garis lintang utara."

Profesor Thomas juga menjelaskan bahwa jumlah vitamin D yang didapat oleh kulit yang lebih terang melalui pencahayaan sinar UV dibandingkan dengan kulit yang lebih gelap adalah kemungkinan yang paling tepat.

Akan tetapi, Wilde mengatakan, "Penjelasan mengenai vitamin D rasanya kurang meyakinkan jika hal tersebut dihubungkan dengan warna rambut dan mata. Malahan, bisa jadi warna kulit dan mata yang lebih terang berfungsi sebagai tanda yang menunjukkan hubungan kelompok, yang berperan dalam seleksi rekan."

Tim penelitian ini menyatakan bahwa penemuan mereka memperkuat teori yang menyatakan bahwa kebiasaan pilihan kelompok sering memiliki pengaruh yang lebih kuat pada seleksi seksual daripada lingkungan alami. |The Independent|AP Sari| Ed.URS

back to top