Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Sekolah Vokasi UGM memprioritaskan lulusan SMK pada PMB 2017

Sekolah Vokasi UGM memprioritaskan lulusan SMK pada PMB 2017

Sleman-KoPi| Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada, Wikan Sakarinto, S.T.,M.Sc.,Ph.D, menerangkan dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun ajaran (T.A)017/2018, Sekolah Vokasi UGM memprioritaskan siswa SMK, khususnya di jalur penelusuran bibit unggul (PBU).

Pihak Sekolah Vokasi UGM paham bahwa siswa SMK akan kesulitan melewati tes masuk sekolah Vokasi UGM. Meski Pihak Vokasi UGM sudah menyiapkan tes masuk dengan tes fisika dan matematika terapan. Wikan memprediksi siswa SMK akan kalah bersaing dengan sekolah SMA yang memiliki nilai tinggi.

"Meski tesnya sudah berbentuk terapan, namun belum tentu mereka yang dari SMK ini dapat lolos tes," ujar Wikan saat jumpa pers di Gedung Sekolah Vokasi,Jumat (17/3)

Sehingga pihaknya memprioritaskan agar siswa SMK masuk sekolah Vokasi tanpa jalur tes atau lewat jalur (PBU). Bentuk prioritas ini dengan dibukanya jalur PBU sekolah Vokasi UGM T.A yang dibuka tanggal 14 Maret dan ditutup pada tanggal 10 April 2017.

Siswa yang ingin mendaftar ke jalur PBU dapat mengikuti alur lewat situs yang sudah disediakan yaitu pmb.sv.ugm.ac.id.
Jalur PBU sekolah Vokasi sendiri dibuka dengan 4 jalur yaitu PBU tidak mampu, PBU kemitraan, PBU berprestasi bidang Ilmu pengetahuan teknologi,olah raga dan seni,dan terakhir PBU SMA,MA dan SMK.

Untuk jalur terakhir ini Wikan berharap agar Siswa SMK yang berprestasi dapat masuk ke sekolah vokasi dengan jalur ini.

Wikan menjelaskan untuk tahun ini sekolah vokasi membuka kuota mahasiswa baru sejumlah 2300 maba per angkatan. Dan Wikan berharap agar maba yang terjaring dari PBU yang merupakan hasil dari Vocational Talent Scouting(VTS) dapat menghasilkan prestasi terbaik untuk sekolah Vokasi UGM.

"Kami berharap agar VTS ini menjadi ujung tombak dari Sekolah Vokasi UGM,"jelasnya.

Dalam PMB T.A 2017/2018,Sekolah Vokasi menawarkan 3 program D4 yang sudah dibuka sejak 2012, yaitu D4 Teknologi Jaringan, D4 Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastrukur Sipil, D4 Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat.
Konsentransi yang akan dibuka tahun ini yaitu Teknik Kemaritiman Perkapalan. Sekolah vokasi juga berencana akan membuka D4 Bahasa Asing Terapan dan D4 Perencanaan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan tahun 2017.

Wikan juga menjelaskan alasan memprioritaskan SMK karena mayoritas ilmu yang diajarkan di sekolah Vokasi berupa praktik terapan seperti di SMK. Delapan semester pada prodi D4,Wikan menginformasikan lima semester merupakan kuliah di sekolah Vokasi dan Tiga semester untuk magang/internship.

"Konsep pengembangan Prodi baru 40% teori,60%Praktik. Kurikulum sekolah Vokasi disusun bersama Dosen Sekolah Vokasi dan Industri. Fasilitas Laboratorium dikembangkan bersama di Kampus dan di Industri. Sekolah vokasi memiliki asosiasi profesi memiliki ikatan kuat dengan MoU dengan Industri,Stakeholders, dan Kemitraan,"terang Wikan.

Selain dari pembukaan prodi D4 yang baru,Sekolah Vokasi juga membuka berencana Fasilitas vokasi baru di Wates Kulonprogo dan Sekip. Wikan dalam pungkasnya juga berharap agar Sekolah Vokasi menerima lulusan SMK agar kemampuan yang diasah siswa SMK tidak terbuang secara sia-sia dan dapat disalurkan lewat Sekolah Vokasi. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top