Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Sebuah Asteroid berukuran lebar 400m sedang menuju Bumi!!

Sebuah Asteroid berukuran lebar 400m sedang menuju Bumi!!

Rusia-KoPi-Sebuah Asteroid sedang mengancam kehidupan di Bumi saat ini, tapi para ahli mengatakan asteroid dengan lebar 400m tersebut  tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Asteroid ini ditemukan pada bulan Oktober di observatorium MASTER-II di Kislovodsk, Rusia.

Seorang ahli antariksa dari Uiversitas Moscow, Profesor Vladimir Lipunov yang menemukan asteroid mengatakan “UR116 2014” (sebutan untuk asteroid tersebut) tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Bumi. Pasalnya Orbitnya cukup jauh dengan orbit Bumi dan tidak menyebabkan tabrakan.

Prof Lipunov tidak berpikir itu akan menabrak Bumi dalam waktu dekat. Tapi dia memperingatkan jika hal itu terjadi, UR116 2014 memiliki potensi ledakan 1.000 kali lebih besar dari meteor yang menghantam bumi di atas Rusia pada 2013 silam, The Telegraph melaporkan. Peristiwa itu terjadi ketika batu seberat 11.000 ton atau seukuran rumah menusuk atmosfer Bumi dengan kecepatan 64,000 km/jam sebelum meledak di atas danau es Rusia dekat kota Chelyabinsk dan melukai lebih dari 1000 orang.

Sedangkan UR116 2014 ini dianggap sebagai 'kejutan' karena telah menghindari deteksi NASA yang disebabkan silau matahari. Beberapa astronom memperingatkan, beberapa batu "pembunuh" lainnya bisa jadi mengikuti jalan yang sama.Prof Lipunov mengatakan kepada Telegraph bahwa sulit untuk menghitung orbit batu-batu besar seperti UR116 2014 karena lintasan mereka terus-menerus diubah oleh tarikan gravitasi dari planet lain. Dia juga memperingatkan satu kesalahan kecil dalam perhitungan bisa memiliki konsekuensi serius bagi planet ini.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis minggu ini NASA mengatakan batu raksasa tersebut memang memiliki periode orbit tiga tahun mengelilingi matahari dan kembali ke lingkungan bumi secara berkala, "tidak mewakili ancaman karena jalur orbitnya tidak cukup dekat dengan orbit Bumi ".|Irfan Ridlowi|news.com|

 

back to top