Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Sebuah Asteroid berukuran lebar 400m sedang menuju Bumi!!

Sebuah Asteroid berukuran lebar 400m sedang menuju Bumi!!

Rusia-KoPi-Sebuah Asteroid sedang mengancam kehidupan di Bumi saat ini, tapi para ahli mengatakan asteroid dengan lebar 400m tersebut  tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Asteroid ini ditemukan pada bulan Oktober di observatorium MASTER-II di Kislovodsk, Rusia.

Seorang ahli antariksa dari Uiversitas Moscow, Profesor Vladimir Lipunov yang menemukan asteroid mengatakan “UR116 2014” (sebutan untuk asteroid tersebut) tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Bumi. Pasalnya Orbitnya cukup jauh dengan orbit Bumi dan tidak menyebabkan tabrakan.

Prof Lipunov tidak berpikir itu akan menabrak Bumi dalam waktu dekat. Tapi dia memperingatkan jika hal itu terjadi, UR116 2014 memiliki potensi ledakan 1.000 kali lebih besar dari meteor yang menghantam bumi di atas Rusia pada 2013 silam, The Telegraph melaporkan. Peristiwa itu terjadi ketika batu seberat 11.000 ton atau seukuran rumah menusuk atmosfer Bumi dengan kecepatan 64,000 km/jam sebelum meledak di atas danau es Rusia dekat kota Chelyabinsk dan melukai lebih dari 1000 orang.

Sedangkan UR116 2014 ini dianggap sebagai 'kejutan' karena telah menghindari deteksi NASA yang disebabkan silau matahari. Beberapa astronom memperingatkan, beberapa batu "pembunuh" lainnya bisa jadi mengikuti jalan yang sama.Prof Lipunov mengatakan kepada Telegraph bahwa sulit untuk menghitung orbit batu-batu besar seperti UR116 2014 karena lintasan mereka terus-menerus diubah oleh tarikan gravitasi dari planet lain. Dia juga memperingatkan satu kesalahan kecil dalam perhitungan bisa memiliki konsekuensi serius bagi planet ini.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis minggu ini NASA mengatakan batu raksasa tersebut memang memiliki periode orbit tiga tahun mengelilingi matahari dan kembali ke lingkungan bumi secara berkala, "tidak mewakili ancaman karena jalur orbitnya tidak cukup dekat dengan orbit Bumi ".|Irfan Ridlowi|news.com|

 

back to top