Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Sebuah Asteroid berukuran lebar 400m sedang menuju Bumi!!

Sebuah Asteroid berukuran lebar 400m sedang menuju Bumi!!

Rusia-KoPi-Sebuah Asteroid sedang mengancam kehidupan di Bumi saat ini, tapi para ahli mengatakan asteroid dengan lebar 400m tersebut  tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Asteroid ini ditemukan pada bulan Oktober di observatorium MASTER-II di Kislovodsk, Rusia.

Seorang ahli antariksa dari Uiversitas Moscow, Profesor Vladimir Lipunov yang menemukan asteroid mengatakan “UR116 2014” (sebutan untuk asteroid tersebut) tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Bumi. Pasalnya Orbitnya cukup jauh dengan orbit Bumi dan tidak menyebabkan tabrakan.

Prof Lipunov tidak berpikir itu akan menabrak Bumi dalam waktu dekat. Tapi dia memperingatkan jika hal itu terjadi, UR116 2014 memiliki potensi ledakan 1.000 kali lebih besar dari meteor yang menghantam bumi di atas Rusia pada 2013 silam, The Telegraph melaporkan. Peristiwa itu terjadi ketika batu seberat 11.000 ton atau seukuran rumah menusuk atmosfer Bumi dengan kecepatan 64,000 km/jam sebelum meledak di atas danau es Rusia dekat kota Chelyabinsk dan melukai lebih dari 1000 orang.

Sedangkan UR116 2014 ini dianggap sebagai 'kejutan' karena telah menghindari deteksi NASA yang disebabkan silau matahari. Beberapa astronom memperingatkan, beberapa batu "pembunuh" lainnya bisa jadi mengikuti jalan yang sama.Prof Lipunov mengatakan kepada Telegraph bahwa sulit untuk menghitung orbit batu-batu besar seperti UR116 2014 karena lintasan mereka terus-menerus diubah oleh tarikan gravitasi dari planet lain. Dia juga memperingatkan satu kesalahan kecil dalam perhitungan bisa memiliki konsekuensi serius bagi planet ini.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis minggu ini NASA mengatakan batu raksasa tersebut memang memiliki periode orbit tiga tahun mengelilingi matahari dan kembali ke lingkungan bumi secara berkala, "tidak mewakili ancaman karena jalur orbitnya tidak cukup dekat dengan orbit Bumi ".|Irfan Ridlowi|news.com|

 

back to top