Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik
Surabaya – KoPi | Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali agar TNI dan Polri bersikap profesional dan menjauhi politik praktis. SBY mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki masa transisi, dan profesionalitas TNI dan Polri dibutuhkan dalam mengawal Republik Indonesia menjadi negara maju.
 

“Para jenderal, marsekal, dan laksamana aktif, termasuk para petinggi Polri tidak boleh tergoda untuk masuk ke politik kekuasaan,” ujar SBY di Surabaya (10/2).

Ia juga mengingatkan hal sebaliknya, agar pihak sipil juga jangan menarik-narik petinggi TNI dan Polri memasuki wilayah politik praktis. Jangan sampai partai politik, politisi, dan presiden menyeret-nyeret Polri dan TNI demi memenuhi kepentingan politik masing-masing.

“Kalau ini terjadi ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap reformasi institusi TNI dan Polri,” tegas SBY. Menurutnya, itu adalah sebuah kemunduran dalam tatanan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para politisi.

“Godaan yang bisa terjadi di masa transisi ini adalah niatan untuk kembali ke era otoritarian yang dulu telah kita koreksi,” ucap mantan Menkopolhukam pada era Megawati tersebut. Ia mengungkapkan pernah ada ide-ide untuk kembali ke masa otoritarian seperti di masa lalu.

SBY saat itu berpidato dalam acara pengukuhan mahasiswa baru Universitas Airlangga program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Di hadapan 500-an mahasiswa baru, SBY menyampaikan kuliah umum berjudul “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Relasinya dengan Politik Nasional”.

 

back to top