Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

SBY: Harga batu akik harus punya patokan

foto: FB SBY foto: FB SBY

Pacitan-KoPi| Mantan Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi rumah produksi batu akik milik Suparji di Pacitan pekan lalu. SBY dan  Ibu Ani Yudhoyono selama ini dikenal sebagai penggemar batu akik.

Suparji merupakan seorang perajin yang sudah menggeluti dunia kerajinan batu akik selama lebih kurang 6,5 tahun. Produk kerajinannya tidak hanya dijual di dalam negeri tetapi juga merambah hingga ke luar negeri diantaranya Perancis. Hasil karya Suparji juga hampir setiap tahunnya disertakan dalam pameran mutumanikam yang programnya diinisiasi oleh Ibu Ani Yudhoyono ketika masih menjadi Ibu Negara.

SBY mengungkapkan bahwa saat ini produksi batu akik dalam negeri tidak kalah bagusnya dengan produk luar negeri. Oleh karena itu, SBY dan Ibu Ani juga ingin agar industri ini semakin berkembang karena dapat meningkatkan penghasilan masyarakat sekitar dan juga menciptakan lapangan pekerjaan.

SBY menyatakan mendukung industri ini tanpa merusaka lingkungan hidup.

“Maksud saya, mari kita kembangkan betul manajemennya, teknologinya, kebijakan harganya, penghasilan karyawan dan industrinya. Menurut saya ini masih bisa dikembangkan. Saya juga berbicara dengan Pak Bupati kemarin, sangat mungkin Pacitan ini didorong lagi,” kata SBY kepada Suparji.

Hal ini juga diamini oleh Suparji yang mengatakan bahwa bidang kerajinan yang telah ditekuninya dengan sepenuh hati selama bertahun-tahun itu memiliki nilai tambah yang cukup bagus dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lumayan banyak di wilayah sekitar.

Demam batu akik yang tengah melanda Indonesia membuat harga batu akik kadang terlihat tidak masuk akal. Bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Suparji yang sudah malang melintang di industri ini juga bingung bagaimana menciptakan harga bisa sampai seperti itu.

“Kalau harga udah 2 juta itu, harga udah untuk kualitas yang paling bagus itu kalau disini. Tapi saya melihat di pasar, di internet, kok harganya sampai puluhan juta itu, saya sendiri bingung bagaimana menciptakan harga bisa sampai segitunya,” tutur Suparji.

Terkait hal ini, SBY mengimbau jangan sampai harga tersebut tidak ada patokan, lantas dibuat seenaknya. Jika harganya terlalu tinggi, maka masyarakat akan kapok membelinya sehingga menghambat berkembangnya industri tersebut. Namun jika harganya terlalu rendah, juga tidak tepat.

“Bapak juga yang mengembangkan industri ini bertahun-tahun tentu kita berharap ya kesejahteraannya baik, makin meningkat. Tetapi tentu, jangan sampai harga itu tidak ada patokan, kemudian semau-maunya, dan dikasih harga yang terlalu tinggi. Itu malah tidak membikin berkembangnya industri ini,” ujar SBY.

“Jadi bapak benar, harganya pas. Ada norma-normanya, di atas 2 juta itu sudah luar biasa,” SBY menambahkan.

Menurut SBY, kalau harganya semakin fantastis, maka bukan tidak mungkin batu akik akan masuk kategori barang mewah dan akan dikenakan pajak, sehingga masyarakat akan kapok untuk membelinya.

“Makanya kalau harganya sampai miliar, berjuta-juta, itu akan masuk kategori barang mewah. Nanti kena pajak. Kalau kena pajak, tambah lagi tinggi. Dan itu tadi, orang kapok,” Ibu Ani menimpali.|

back to top