Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

"Saya terkesiap ketika menengok ke sana..."

"Saya terkesiap ketika menengok ke sana..."

Surabaya-KoPi| Banyak yang bergidik saat melihat seekor sapi disembelih. Namun Ia tampak tenang dan khusuk, bahkan turut membantu proses penyembelihanAdalah Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf, isteri Wakil Gubernur Jawa Timur, ikut melantunkan takbir saat penyembelihan seekor sapi pada suatu pagi (25/09).

 

Proses penyembelihan sapi kurban dari BKOW Jawa Timur berlangsung khidmat dan bertabur suka cita.

 

Fatma sempat terkesiap ketika melihat prosesi penyembelihan kurban karena dilakukan sepenuh hati.

 

"Saya terkesiap ketika menengok ke sana. Saya bahagia sekali."

 

Idul Adha bukan hanya sekedar prosesi yang hampa makna. Ini merupakan praktik sosial yang lahir dari kesadaran atas cinta dan ketaatan.

 

“Idul Adha adalah momen untuk mengingatkan kita agar memiliki keikhlasan dalam berkurban sebagaimana ketaatan Nabi Ibrahim AS atas perintah Allah SWT dalam mengikhlaskan Nabi Ismail putra yang di cintainya” ujar Fatma sesaat setelah pemotongan seekor sapi di halaman Kantor BKOW Provinsi Jawa Timur.

 

Bagi Ketua Umum BKOW Provinsi Jawa Timur ini, berkurban merupakan salah satu amal kebaikan bagi yang mampu secara materi. Namun, bukan berarti yang tidak mampu tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya. Siapa saja yang memiliki keinginan kuat akan memiliki kesempatan untuk ikut berkurban.

 

Namun, yang perlu diingat, bahwa kurban bukan hanya ketika Idul Adha. Tetapi kita seharusnya dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bagaimana kita dapat memberi atau membantu sesama manusia dengan apa yang kita miliki dan ikhlas karena Allah, bahkan apa yang telah Allah berikan kepada kita kemudian kelak bilamana Allah mengambilnya kembali” jelas Fatma.

 

Setelah proses penyembelihan, Fatma dan segenap pengurus lantas membagikan kepada masyarakat sekitar Kantor BKOW Provinsi Jawa Timur yang terletak di Waru-Sidoarjo. “Daging ini akan dibagikan untuk masyarakat, khususnya yang berada di sekitar sini dan juga para satpam yang menjaga kantor. Walaupun hanya seekor sapi, namun Alhamdulillah semua bisa kebagian,” tutur Fatma.

 

Namun yang paling membahagiakan bagi Fatma di tahun ini adalah ketika Selma Halida, 18 tahun putri sulungnya yang tinggal di Jakarta, memiliki keinginan kuat untuk berkurban dengan uang tabungannya sendiri. 

 

“Malam hari Selma SMS kepada kami dan menyampaikan ingin membeli kambing kurban. Lalu subuhnya saya balas dan mengizinkan apa yang dia inginkan sekaligus akan mengirimkan uang kurbannya pagi itu juga. Tapi justru putri saya ini menolak dan mengatakan bahwa ia telah memiliki tabungan. Saya sangat kaget namun bangga sekali rasanya.”

 

Cerita Fatma dengan wajah berseri mengingat apa yang dilakukan oleh putrinya tersebut. Fatma bersyukur bahwa Selma menabung dari uang jajannya demi berkurban dua ekor kambing tahun ini.

 

Apalagi, Selma melakukan semuanya secara mandiri.

 

“Dia pilih kambingnya sendiri, dia yang nawar, dia yang bayar dan dia yang menyerahkan ke mushollah untuk dikurbankan, bahkan mengucapkan nama lengkapnya sendiri sebelum di sembelih. Haru dan bangga sekali rasanya” lanjut Fatma sambil terus menyunggingkan senyum manisnya. |Labibah|

 

back to top