Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Saut Situmorang, optimis menang lawan Fatin Hamama

Saut Situmorang, optimis menang lawan Fatin Hamama

Jogjakarta-KoPi| Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pencemaran nama baik kepada Fatin Hamama, dukungan kepada Saut terus bergulir.

Penyair Saut Situmorang merasa sangat senang dengan banyaknya dukungan yang mengalir padanya dari kalangan sastrawan dan mahasiswa. Saut tidak menyangka kepedulian sastrawan begitu besar padanya.

“Sangat senang dengan dukungan teman-teman. Ini responnya luar biasa, seperti demo rame-rame di depan UGM dulu,” jelas Saut seusai diskusi ‘Kriminalisasi Saut dan Bencana Sastra Indonesia di UIN Sunan Kalijaga 30 September 2015 pukul 23.30 WIB.

Bagi Saut dukungan sastrawan ini memberikan nilai positif. Optimisme untuk menghadapi kasus lebih tenang dan santai. Meski mendapat banyak dukungan, namun Saut menyayangkan dukungan mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa sementara sastrawan kondang lainnya tidak peduli.

“Idealisme sudah terkikis di kalangan sastrawan sendiri angkatan saya dan di atas saya, justru respon dari mahasiswa bukan sastrawan, ini tragis juga, ya itu tragedi sastra Indonesia, orang-orang menyebut dirinya sastrawan Indonesia tapi menganggap tidak terjadi apa-apa,” kritik Saut.

Kini kasus Saut telah memasuki tahap pemberkasan ke kejaksaan untuk selanjutnya ke persidangan. Hingga detik ini Saut optimis bisa memenangkan kasus dengan Fatin Hamama.

“Optimis menang, dikatakan oleh bekas pengacara tadi (dalam diskusi) gak ada kasusnya. Ini hanya dibuat-buat, untuk menteror saya, untuk bungkam,” pungkas Saut.
|Winda Efanur FS|

back to top