Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Saudi buang buku-buku dengan ideologi ‘menyimpang’

Saudi buang buku-buku dengan ideologi ‘menyimpang’

Riyadh-KoPi, Imam Muhammad Bin Saud University di Riyadh mulai memeriksa buku-buku di perpustakaanya untuk menghapus atau membuang buku-buku yang mengandung ideologi yang ekstrim dan menyimpang, harian Makkah melaporkan.

Universitas tersebut telah membuat panitia khusus untuk mengecek semua buku di perpustakaan dan mengambil buku-buku yang tidak sesuai dari raknya agar para mahasiswa tidak membacanya, sebuah sumber mengatakan.

Buku-buku yang mengandung konten agama tertentu atau isu keamanan akan juga dibuang. Sumber tersebut mengatakan bahwa universitas tersebut dengan teliti akan menjamin bahwa perpustakaan tersebut tidak mendukung ideology ekstremisme dan faksionalisme.

Universitas tersebut juga melarang penelitian baik perseorangan atau kelompok yang berhubungan dengan kelompok atau organisasi ekstrimis kecuali penelitiannya mengkritik kelompok tersebut. Para mahasiswa juga dilarang merangkum data-data orang atau kelompok ekstrimis baik berupa audio atau pun tertulis dan membagi-bagikan ke mahasiswa lainnya.

Universitas tersebut juga menginstruksikan agar semua fakultas membuang buku-buku yang ditulis oleh orang-orang yang berasal dari kelompok ekstrimis dan yang nama-namanya juga telah diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri. Universitas tersebut juga tidak akan mengundang atau bahkan mengizinkan para kelompok ekstrimis menjadi anggota sebuah konferensi atau seminar di universitas tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top