Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Saudi buang buku-buku dengan ideologi ‘menyimpang’

Saudi buang buku-buku dengan ideologi ‘menyimpang’

Riyadh-KoPi, Imam Muhammad Bin Saud University di Riyadh mulai memeriksa buku-buku di perpustakaanya untuk menghapus atau membuang buku-buku yang mengandung ideologi yang ekstrim dan menyimpang, harian Makkah melaporkan.

Universitas tersebut telah membuat panitia khusus untuk mengecek semua buku di perpustakaan dan mengambil buku-buku yang tidak sesuai dari raknya agar para mahasiswa tidak membacanya, sebuah sumber mengatakan.

Buku-buku yang mengandung konten agama tertentu atau isu keamanan akan juga dibuang. Sumber tersebut mengatakan bahwa universitas tersebut dengan teliti akan menjamin bahwa perpustakaan tersebut tidak mendukung ideology ekstremisme dan faksionalisme.

Universitas tersebut juga melarang penelitian baik perseorangan atau kelompok yang berhubungan dengan kelompok atau organisasi ekstrimis kecuali penelitiannya mengkritik kelompok tersebut. Para mahasiswa juga dilarang merangkum data-data orang atau kelompok ekstrimis baik berupa audio atau pun tertulis dan membagi-bagikan ke mahasiswa lainnya.

Universitas tersebut juga menginstruksikan agar semua fakultas membuang buku-buku yang ditulis oleh orang-orang yang berasal dari kelompok ekstrimis dan yang nama-namanya juga telah diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri. Universitas tersebut juga tidak akan mengundang atau bahkan mengizinkan para kelompok ekstrimis menjadi anggota sebuah konferensi atau seminar di universitas tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top