Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Saudi buang buku-buku dengan ideologi ‘menyimpang’

Saudi buang buku-buku dengan ideologi ‘menyimpang’

Riyadh-KoPi, Imam Muhammad Bin Saud University di Riyadh mulai memeriksa buku-buku di perpustakaanya untuk menghapus atau membuang buku-buku yang mengandung ideologi yang ekstrim dan menyimpang, harian Makkah melaporkan.

Universitas tersebut telah membuat panitia khusus untuk mengecek semua buku di perpustakaan dan mengambil buku-buku yang tidak sesuai dari raknya agar para mahasiswa tidak membacanya, sebuah sumber mengatakan.

Buku-buku yang mengandung konten agama tertentu atau isu keamanan akan juga dibuang. Sumber tersebut mengatakan bahwa universitas tersebut dengan teliti akan menjamin bahwa perpustakaan tersebut tidak mendukung ideology ekstremisme dan faksionalisme.

Universitas tersebut juga melarang penelitian baik perseorangan atau kelompok yang berhubungan dengan kelompok atau organisasi ekstrimis kecuali penelitiannya mengkritik kelompok tersebut. Para mahasiswa juga dilarang merangkum data-data orang atau kelompok ekstrimis baik berupa audio atau pun tertulis dan membagi-bagikan ke mahasiswa lainnya.

Universitas tersebut juga menginstruksikan agar semua fakultas membuang buku-buku yang ditulis oleh orang-orang yang berasal dari kelompok ekstrimis dan yang nama-namanya juga telah diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri. Universitas tersebut juga tidak akan mengundang atau bahkan mengizinkan para kelompok ekstrimis menjadi anggota sebuah konferensi atau seminar di universitas tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top